Kamis, 19 Maret 2009

Latihan SRT dan Panjat di Jembatan Babarsari


Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang
Jembatan Babarsari yang terletak Kabupaten Sleman, tepatnya di daerah Depok ini sering digunakan untuk latihan SRT (Single Rope Technique), panjat tebing, rapelling, dll oleh para Pencinta Alam maupun Pramuka, dll. Tempat ini sangat cocok untuk kegiatan seperti ini karena terdiri dari dua jembatan dengan ketinggian sekitar 12 dan 15 meter dari sungai yang mengalir di bawahnya, satu jembatan yang berfungsi sebagai jalur lalu lintas kendaraan , di temboknya bisa digunakan untuk latihan panjat dan rapelling, serta satu lagi jembatan saluran air yang lebih tinggi tetapi mempunyai permukaan yang tertutup beton. Jembatan yang satu ini biasanya di gunakan untuk latihan SRT. Aku dan teman2 sering latihan di tempat ini dan tidak jarang juga fun camping di tempat ini. Berikut adalah foto- foto saat latihan panjat dan SRT di Jembatan BabarsJembatan babarsari jejak petualang picari.jejak petualang picjejak petualang pic
READ MORE ...

Senin, 09 Maret 2009

Jejak Petualang Trans 7 (juga) Capai Puncak Kilimanjaro

Pagi ini (Senin 9 Maret 2009 red) aku nonton berita pagi Trans 7 yang kebetulan di berita penutup menayangkan keberhasilan tim Jejak Petualang Trans 7 mencapai puncak Kilimanjaro di Tanzania, Afrika. Setelah menyimak berita tersebut ternyata tim Trans 7 ini, yang di wakili oleh kang Dody Djohandjaja (42), tergabung satu tim dengan tim pendaki Unpad dalam artikel yang ku tulis sebelumnya dalam misi “Kilimanjaro for Lupus” yang di laksanakan tgl 18- 23 Februari 2009. Setelah ku search di internet dan ketemu di alamat http://jejakpetualang.multiply.com, ternyata Dua Pendaki Wanita Unpad yg kemarin aku bahas di blog ini adalah dua dari 5 orang anggota tim yang berhasil sampai puncak tertinggi ketiga gunung Kilimanjaro yaitu Gilman’s Peak di ketinggian 5.705 mdpl, sedangkan 4 orang yang lain termasuk kang Dody Djohandjaja selaku produser Jejak Petualang Trans 7 berhasil mencapai Uhuru Peak, yaitu puncak tertinggi gunung ini di ketinggian 5.895 mdpl. Yang mebuatku kagum adalah bahwa dari 10 orang anggota tim ini 8 diantaranya adalah perempuan. Mereka tergabung dalam Tim pendaki gunung Yayasan Lupus Indonesia (YLI), dan diadakanya misi ini adalah dalam rangka kampanye Lupus.

Melihat liputan dari Trans 7, memang kondisi pendakian gunung Kilimanjaro sangatlah berat dan menantang. Sangat berbeda dengan kondisi gunung- gunung di Indonesia pada umumnya . Panasnya kondisi pasir yang gersang dengan bebatuan keras menguji fisik dan stamina dan tentunya juga mental para pendaki. Di puncak gunung ini, kondisi suhu ekstim juga terjadi. Konon saat tim Trans 7 mencapai puncak Uhuru saat itu cuacanya berada pada suhu minus 10 derajat Celcius.

Tapi bagaimanapun juga memang begitulah kenikmatan kegiatan pendakian. Kondisi medan sangat berat dan membutuhkan stamina yang tinggi untuk bisa mencapai puncak. Namun demikian semua itu akan terbayar ketika menikmati keindahan alam yang di saksikan sepanjang perjalanan, apalagi kalau berhasil mencapai puncak. Selain keindahan alam, tentunya keberhasilan ini memberikan kesan dan kepuasan yang tak terlupakan bagi para pendaki, seperti yang ku alami dalam beberapa pendakianku.

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang



READ MORE ...

Jumat, 06 Maret 2009

Dua Pendaki Wanita Unpad Capai Puncak Kilimanjaro

Begitulah judul tulisan dari blog Nattrek Indonesia di alamat http://nattrekindo.multiply.com yang kebetulan langsung masuk ke emailku pada tanggal 2 maret 2009 karena memang aku menjadi contact nattrek di Multiply. Kedua wanita yang di maksud adalah Ami KMD Saragih dan Sri rejeki. Mereka adalah mahasiswi yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Pencinta Alam (PMPA) Palawa Universitas Padjajaran Bandung. Kegiatan yang dilakukan tersebut adalah dalam rangka publikasi lupus dan penggalangan dana untuk Yayasan Lupus Indonesia (YLI). Ekspedisi ini dilaksaknakan tgl 14 februari 2009 yaitu saat keberangkatan mereka dari Indonesia, dengan start pendakian tgl 18 feb 2009 hingga akhirnya mereka berhasil mencapai puncak tanggal 22 feb 2009.

Membaca cerita perjalanan yang cukup keras dari eskpediisi tersebut hingga mencapai puncak pertama Kilimanjaro di ketinggian sekitar 5.621 mdpl, rasanya jadi semangat untuk melakukan ekspedisi ke tempat- tempat petualangan favorit di level internasional seperti gunung Kilimanjaro ini, walapun dana dan tenaga belum mendukung untuk itu. Setelah membaca cerita tersebut aku sempat baca- baca beberapa artikel di Wikipedia tentang pendakian gunung yang menjadi puncak tertinggi di afrika yang memiliki ketinggian 5. 895 mdpl tersebut. Memang ternyata tidak semua orang bisa untuk melakukan pendakian di gunung ini mengingat beratnya medan dari jalur datar di sertai gurun pasir lebih dari 10 km, jalanan terjal berbatu, serta zona bersalju. Konon gunung yang terletak di Negara Tanzania ini merupakan tempat pendakian dengan cuaca terlengkap, mulai dari panasnya gurun pasir, sampai dengan dinginya puncak es, sehingga kekuatan fisik benar- benar di uji dalam pendakian gunung ini. Salut aja deh buat mereka. Maju terus para pendaki Indonesia.


Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang



READ MORE ...

Selasa, 03 Maret 2009

Goa Jomblang dan Grubug

Goa Jomblang dan Grubug terletak di Kecamatan Semanu Kabupaten Gunugkidul DIY, sekitar 17 Km dari Wonosari. Kedua goa ini merupakan goa yang bertipe perpaduan antara goa vertikal dan horizontal. Letak goa yang berada di tengah areal persawahan dengan jalan yang cukup menantang dengan batu- batuan di sepanjang jalan sekitar 2 km dari goa tersebut Goa jomblang grubug petualangan picmembuat tempat ini belum begitu banyak terjamah orang kecuali para Pencinta Alam yang melakukan penelusuran goa.

Goa Jomblang dan Grubug merupakan goa yang biasa di sebut luweng karena bentuknya yang seperti tungku. Jarak antara kedua mulut goa ini hanya sekitar 300 meter saja dengan kondisi terhubung pada bagian dalamnya (goa horisontal). Pada bagian bawah goa.mengalir sungai bawah tanah yang merupakan terusan dari sungai yang di jadik
Goa jomblang grubug petualangan pican objek Wisata Karst Kalisuci. Goa Jomblang memiliki karakteristik luas pada bagian mulut goanya yaitu dengan diameter sekitar 50 meter dengan sisi vertikal bervariasi antara 60- 80 meter. Pemandangan dari atas goa terlihat cukup menarik karena di sana terlihat seperti hutan bawah tanah karena memang bagian bawah Goa Jomblang ini cukup luas dan mendapat sinar matahari yang cukup sehingga banyak di tumbuhi pepohonan layaknya hutan yang lebat. Dari atas terlihat bebatuan karst yang menarik. Berbeda dengan Goa Jomblang yang memiliki mulut goa lebar, Goa Grubug memiliki mulut goa berbentuk lingkaran yang hanya berdiameter sekitar limgoa jomblang grubug petualangan pica meter dengan berbagai tumbuhan yang mengelilinginya. Konon bagian goa vertikal ini memiliki kedalaman 80 meter. Suasana Goa Grubug ini menjadi agak serem karena menurut cerita goa ini di jadikan sebagai lokasi eksekusi para korban keganasan G 30 S/PKI pada pahun 60an, di tambah lagi dengan suara gemuruh air yang mengalir di bagian bawah goa ini. Konon para korban G 30 S/PKI di suruh berdiri di tepi mulut goa ini untuk kemudian di eksekusi dengan cara di tembak.

Sampai saat ini saya sendiri baru sekedar mengunjungi tempat ini akan tetapi belum pernah masuk untuk melakukan penelusuran goa. Mungkin suatu saat nanti akupun akan berpetualang di goa ini.

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang
READ MORE ...

Selasa, 24 Februari 2009

Kayaking di Sungai Progo

Pagi itu aku di ajakin temenku buat Arung Jeram di Sungai Progo menggunakan kayak atau biasa di sebut dengan kayaking. Aku dan dan seorang temenku segera pergi ke basecamp untuk ambil kayak inflatable single untuk aku pakai sementara lima orang lainya telah menunggu di rumah seorang teman kami yang biasa di jadikan basecamp saat mkayaking sungai progo picelakukan pengarungan Sungai Progo. Mereka telah membawa peralatan lengkap yang berupa dua unit kayak inflatable double, hard shell dua buah serta perlengkapan standar arung jeram. Tidak lama kemudian aku dan seorang temanku tadi segera tiba dengan membawa sebuah kayak single di tempat di mana temanku yang lain telah menunggu. Setelah melakukan briefing singkat buat rencana pengarungan kamipun segera berganti kostum untuk segera menuju lokasi. Dari hasil briefing diputuskan bahwa kita akan ,mulai start di daerah jembatan gantung desa Duwet. Daerah sungai ini merupakan daerah akhir dari jalur pengarungan Sungai Progo Bawah (Lower Section) yang bermula di Kabupaten Magelang. Sebenarnya tidak jauh juga jarak yang akan kami tempuh dari titik start ini hanya sekitar 6 km, akan tetapi aku tetap merasa tegang karena merupakan pengalaman pertamaku berarung jeram dengan menggunakan kayak single.

Akhirnya kamipun tiba di lokasi start. Dengan segera kamipun melakukan pemanasana agar tidak terjadi keram saat melakukan pengarungan. Akhirnya saat yang di tunggu pun tiba. Satu persatu dari kami segera menceburkan perahu kami ke sungai. Saat itu keteganganpun segera meningkat saat kami akan segera memulai petualangan arung deras ini. Teman- temanku yang lain mungkin saja tidak merasakan seperti yang ku rasa ini karena mereka ini merupakan para senior dalam hal arung jeram menggunakan kayak. Walaupun masih pemula dalakayaking sungai progo petualangan picm hal kayaking akan tetapi aku di percaya untuk memakai kayak single. Mungkin untuk menguji nyaliku juga. Dan petualangan arus deras ini pun segera di mulai.

Tidak begitu lama kemudian akupun telah melihat jeram pertama yang tidak begitu besar. Dengan sedikit rasa tegang akhirnya aku dapat melalui jeram tersebut dengan ;ancar. Setelah sukses menaklukan jeram pertama akhirnya akupun semakin pede buat menghadapi jeram- jeram selanjutnya. Satu persatu jeram dalam grade yang hanya sekitar 2-3 pun kami lalui dengan lancar sampai pada suatu jeram yang cukup besar. Akhirnya aku pun takluk oleh jeram yang lumayan besar tersebut. Saat itu kayak yang aku gunakan terbalik karena terhadang oleh standing wave yang cukup besar buat ukuran kayak single. Saat itupun aku jatuh ke jeram dengan perasaan yang tidak karuan karena terombang- ambing derasnya air di antara jeram berbatu tersebut. Tidak lama kemudian aku pun telah berhasil keluar dari jeram. Saat itu baru kusadari bahwa sepatuku yang kanan tidak ada lagi yang rupanya ikut hanyut oleh derasnya arus air pada jeram yang baru saja aku lalui. Walaupun ada sedikit memar di kaki dan tangan akibat benturan dengan batu- batu sungai tersebut akan tetapi aku cukup puas menikmatinya.

Tidak lama kemudian setelah mengarungi sungai selama kurang lebih dua jam dengan tidak kurang dari 20 jeram kamipun segera melihat jembatan Dekso yang merupakan titik akhir kami dalam melakukan pengarungan kali ini. Sungguh pengalaman yang cukup seru dan menegangkan.

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

READ MORE ...

Minggu, 22 Februari 2009

Jejak Petualang

Jejak Petualang; cerita Petualangan dari sang petualang. Disini anda akan mendapatkan cerita mengenai kegiatan Adventure baik di alam maupun yang berkaitan dengan wisata yang berupa wisata alam dan budaya, khususnya di daerah Jogjakarta.

It's all about adventure from mountaineering, climbing, rafting, caving, camping, travel and tourism, cultural sites, adventure tips, and etc.

Tapi maaf blog ini belum lengkap. Terus ikuti saja kelanjutan cerita petualangan di blog Jejak Petualang.

Salam Lestari



Sebuah Titik Pengharapan


Selangkah demi selangkah kutapaki jalan terjal ini
Menembus rimba belantara sunyi
Satu tekad telah tertancap
Demi menggapai sebuah titik pengharapan
Kilau cahaya surya yang setia mengiringi langkahku
Mampu menguras sisa- sisa peluh dalam raga yang lemah ini
Batu- batuan pun membisu tanpa sapa
Membuatku terperosok dalam lembah keputusasaan
Ketika langkah ini kurasakan semakin berat
Titik itupun terasa semakin menjauh
Ingin rasanya langkah kaki ini berhenti
Akankah aku mengkhianati tekad yang telah terpatri dalam hati?
Malaikat kecil dengan kedua sayap putihnya itupun datang
Mengobarkan kembali semangat jiwa yang hampir padam
Kembali ku lanjutkan langkahku yang semakin terseok
Dengan semangat jiwa yang masih tersisa
Perlahan tapi pasti
Dapat kurasakan titik yang ku nantikan itu semakin dekat
Malaikat kecil bersayap itu kini kembali menampakkan sosoknya
Tak dapat ku percaya
Antara bermimpi dan tersadar
Aku telah sampai pada titik pengharapan itu


(Jogja, 15 Mei 2008)

by: Jejak Petualang



READ MORE ...

Senin, 26 Januari 2009

Tradisi Rasulan

Rasulan adalah suatu tradisi yang sudah berlangsung sejak lama bagi masyarakat kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya. Biasanya di tempat lain tradisi ini di sebut dengan tradisi merti dusun atau merti desa. Rasulan diadakan setelah selesai melakukan panen dan merupakan acara yang diadakan oleh masyarakat sebagai ungkapan syukur atas panen yang diberikan oleh Sang Pemberi rejeki. Biasanya kegiatan rasulan ini diselenggarakan per pedukuhan/ dusun dengan waktu pelaksanaan yang berbeda- beda.

Banyak rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka rasulan ini. Biasanya kegiatan ini di mulai dengan kegiatan bersih dusun dengan melakukan kerja bakti di sekitar lingkungan mereka. Acara rasulan ini pun menjadi semakin semarak dengan berbagai pertunjukan yang di adakan seperti reog, jathilan, kethoprak, wayang, dan kegiatan pementasan kesenian yang rasulan jejak petualang piclain. Pada puncak acara rasulan ini di adakan semacam kirab mengelilingi dusun. Semua peserta kirab mengenakan aksesoris tradisional arasulan jejak petualang pictaupun sesuatu yang unik untuk di pertontonkan. Biasanya kostum- kostum yang di kenakan merepresentasikan kehidupan masyarakatnya yaitu seperti kelompok petani yang memakai caping dan cangkul, guru yang memegang buku, siswa- siswi sekolah yang mengenakan seragam sekolah, kelompok seni dengan seragam identitasnya, klub sepak bola dengan seragam bolanya, dan masih banyak lagi. Ada juga kelompok pemuda yang mengenakan seragam tentara dengan meriam tiruan dari bambu sebagai perlambang ketahanan dan keamanan. Selain mengenakan berbagai macam aksesoris dalam kirab rasulan juga di sertakan segala macam hasil panen yang merupakan bentuk syukur masyarakat atas panen yang melimpah, dari pisang, jagung, kacang, padi, dan lain sebagainya.

Pada hari pelaksanaan rasulan itupun setiap keluarga memasak masakan spesial untuk tamu- tamu mereka. Hal ini mirip dengan tradisi lebaran dimana seseorang datang ke tempat kerabatnya kemudian menikmati hidangan spesial yang disediakan tuan rumah. Sungguh sangat terasa suasana kekerabatan ketika ada acara semacam ini.

Sebagai salah satu bentuk kearifan local (local wisdom), ada beberapa nilai positif dari pelaksanaan tradisi rasulan ini. Yang pertama yaitu adanya kesadaran bahwa rejeki yang di terima merupakan Anugerah dari Yang Maha Kuasa yang patut di syukuri. Ini berkaitan dengan inti dari pelaksanaan rrasulan jejak petualang picasulan itu sendiri yaitu sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia yang telah di berikan oleh Sang Pencipta. Yang kedua yaitu adanya semangat untuk memelihara budaya dan kesenian. Hal ini tercermin dengan adanya acara- acara kesenian seperti kethoprak, reog, jathilan, wayang, dan kegiatan seni lainya dalam setiap pelakasanaan rasulan. Ini merupakan suatu hal yang positif mengingat saat ini kemajuan zaman dan informasi telah dengan cepat mengikis budaya- budaya bangsa yang patut kita lestarikan. Ketiga yaitu sebagai sarana untuk kembali memupuk semangat kekeluargaan antar warga dan juga semangat nasionalitas. Dengan adanya tradisi ini masyarakat terus menjaga kebersamaan baik untuk kegiatan pra rasulan maupun saat pelaksanaan itu sendiri yang tentu saja dapat memupuk kembali semangat kekeluargaan.

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

READ MORE ...