Rabu, 27 April 2011

Hei Para Pujangga

Dimana-mana banyak yang bisa bermain kata,
dengan senyuman yang khas,
dengan tatapan yang bias,
pantas,

di dunia ini penuh dengan sastra
yang ,menggambarkan akan suatu makna,
tersembunyi, tersirat, terpola,
menunjuk, menyindir, berbohong,
dan apa pun yang ingin dilakukan,
akan dan telah dilakukan,
ditulisny dalam berbait-bait kata perumpamaan..

seumpama kau dan aku
yang berada dalam lautan kata-kata
tak bermakna,
seperti kau dan aku
yang bernyanyi tanpa suara,
seperti musik-musik yang kau petik dalam lamunan,
dan lirik yang dipadupadankan,

aku adalah kata yang kau rangkai,
tapi kau bukanlah seorang puitis maniak yang pintar,
kau hanya cerdas memainkan tingkahmu
dan sikapmu terhadap orang-orang,

setiap kamu adalah sastra yang terukir unik,
masing-masing,
sastramu adalah jalanmu dan kata ku adalah hidupku,
kau adalah kau dan aku adalah aku.
READ MORE ...

Terendap Laraku

[intro] F C 2x

F C
resah jiwaku menanti
F C
mengingat semua yg terlewati
Em Am
saat kau masih ada disisi
F G
mendekapku dalam hangatnya cintamu

F C
lambat sang waktu berganti
F C
endapkan laraku di sini
Em Am
coba tuk lupakan bayangan dirimu
F G
yang selalu saja memaksa tuk merindumu

F C
sekian lama aku mencoba
Em Am
menepikan diriku diredupnya hatiku
F C
letih menahan perih yang kurasakan
Em Am
walau ku tahu ku masih mendambamu
[int] F C Em Am 2x

F C
lihatlah aku disini
Em Am
melawan getirnya takdirku sendiri
F C G
tanpamu aku lemah dan tiada berarti
READ MORE ...

Senin, 25 April 2011

Budaya (Perilaku Konsemen bab 8)

Budaya adalah segala nilai, pemikiran, simbol yang mempengaruhi perilaku, sikap, kepercayaan, dan kebiasaan seseorang dan masyarakat.

Sikap dan perilaku yang dipengaruhi oleh budaya menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1995), yaitu:
1. Kesadaran diri dan ruang
2. Komunikasi dan bahasa
3. Pakaian dan penampilan
4. Makanan dan kebiasaan makan
5. Waktu dan kesadaran akan waktu
6. Hubungan keluarga, organisasi dan lembaga pemerintah
7. Nilai dan norma
8. Kepercayaan dan sikap
9. Proses mental dan belajar
10. Kebiasaan kerja

Unsur-Unsur Budaya yaitu :
# Nilai (Value) adalah kepercayaan atau segala sesuatu yang dianggap penting oleh sesorang atau suatu masyarakat. Nilai biasanya berlangsung lama dan sulit berubah. Nilai akan mempengaruhi sikap seseorang dan akan mempengaruhi seseorang. Beberapa contoh nilai yang dianut orang Indonesia yaitu ; laki-laki adalah kepala rumah tangga, menghormati orang tua dan orang yang lebih tua, dsb.
Pada masyarakat indonesia telah terjadi beberapa perubahan nilai-nilai yang dianut sebagai berikut,
Nilai yang berubah : semakin banyak wanita mulai bekerja di luar rumah, maka
Pengaruh terhadap konsumsi : Pemakaian akan kosmetik, pakaian kerja dan transportasi meningkat.
# Norma (Norms) lebih spesifik dari nilai. Norma akan mengarahkan seseorang tentang perilaku yang diterima dan yang tidak diterima. Norma dalah aturan masyarakat tentang sikap baik dan buruk, tindakan yang boleh dan tidak boleh. Norma terbagi kedalam dua macam. Pertama adalah norma (enacted norms) yang disepakati berdasarkan aturan pemerintah dan ketatanegaraan, biasanya berbentuk peraturan perundang-undangan. Jika norma dilanggar maka akan mendapatkan sangsi. Norma kedua adalan (cresive norms) yaitu norma yang ada dalam budaya dan bisa dipahami dan dihayati jika orang tersebut berinteraksi dengan orang-orang dari budaya yang sama. Ada tiga jenis cresive norms yaitu :
1. Kebiasaan (Custom) ; adalah berbagai bentuk perilaku dan tindakan yang diterima secara budaya.
2. Larangan (Mores) ; bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral, biasanya bernemtuk tindakanyang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam suatu masyarakat.
3. Konveksi (Convention) ; menggambarkan anjuran atau kebiasaan bagaimana seseorang harus bertindak sehari-hari. Menyebut orang yang dihormati dengan Bapak atau Ibu.
# Mitos menggambarkan sebuah cerita atau kepercayaan yang mengandung nilai dan idealisme bagi suatu masyarakat, contoh mitos mengenai raja-raja, mitos tentang wali songo, dll.
# Simbol adalah segala sesuatu (benda, warna, nama, konsep) yang memiliki arti penting lainnya (makna budaya yang diinginkan). Contohnya, bendera kuning sebagai simbol orang yang meninggal, Biskuat menggunakan macan sebagai ciri mereknya.

Pengaruh Budaya terhadap Perilaku Konsumen
Produk dan jasa memainkan pengaruh yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya, kaerna produk mampu membawa pesan makna budaya. Makna budaya adalah nialai-nilai, norma-norma, dan kepercayaan yang dikomunikasikan secara simbolik. Makna budaya akan dipindahkan ke produk dan jasa, dan produk kemudian dipindahkan ke konsumen dalam bentuk pemilikan produk (possesion ritual), pertukaran, pemakain dan pembuangan. Menurut Mowen dan Minor (1998), ritual adalah tindakan sinbolik yang dilakukan konsumen untuk menciptakan, menguatkan, menghilangkan atau merevisi makna budaya tertentu. Schiffman dan Kanuk (2000) mengemukakan bahwa sebuah ritual adalah sejenis kegaitan sombolik yang terdiri atas sejumlah tahapan (banyak perilaku) yang muncul dengan teratur dan berulangkali.

Budaya Populer, budaya masyarakat banyak, contohnya:
*iklan dalam berbagai bentuk,
*Televisi banyak digunakan karena jangkauannya dan kemampuan audio & visual dalam penyampaian iklan
*Musik ; konsumen Indonesia sangat terbuka dalam menerima musi luar
* Radio ; bisa mendengarkan radio sambil bekerja, mengemudi dan kegiatan lainnya
*Pakaian dan Aksesoris ; contoh celana panjang, T-shirt
*Permaina (games) anak-anak terutama dikota-kota besar menghabiskan waktu bermain PS
* Film
*Komputer

READ MORE ...

Selamanya Cinta

[intro] G C 3x B

Em Am
di kala hati resah
D G
sribu ragu datang memaksaku
Em Am
rindu semakin menyerang
C D Bm Em
kalaulah aku dapat membaca pikiranmu
Am F
dengan sayap pengharapanmu
C D
ingin terbang jauh

Em Am
biar awanpun gelisah
D G
daun2 jatuh berguguran
C D Bm Em
namun cintamu kasih terbit laksana bintang
Am F C D
yang bersinar cerah menerangi jiwaku

G Bm
andaikan ku dapat mengungkapkan
C Bm C Bm Am D
perasaanku hingga membuat kau percaya
G Bm
akan kuberikan seutuhnya
C Bm C Bm Am D
rasa cintaku selamanya...selamanya...

G Bm
andaikan ku dapat mengungkapkan
C Bm C Bm Am D
perasaanku hingga membuat kau percaya
G Bm
akan kuberikan seutuhnya
C Bm
rasa cintaku
C Bm Am
rasa cinta yang tulus dari dasar
B7 Em D A
lubuk hatiku

C G C G
Tuhan, jalinkanlah cinta
Am Bm E
bersama, slamanya

[int] Am D G Em
Am Bm C Am-D
READ MORE ...

Rabu, 20 April 2011

Selalu ada Harapan

Hari ini
aku bangun pagi sekali,
dengan kebebasan untuk memilih
hari macam apa
yang akan kujalani,

Hari ini
aku boleh mengeluh
tentang badanku yang kurang sehat
atau bergembira karena aku masih
diberikan waktu didunia ini,

Hari ini
aku boleh merasa sedih
karena harus bekerja (kuliah+tugas+organisasi) fulltime
atau merasa gembira karena ada yang kukerjakan,

Hari ini
terbentang dihadapanku
menunggu untuk dibentuk,
dan disinilah aku,
Sang pemahat yang siap
membentuknya kedalam rupa yang kukehendaki.
Bagaimana melewati hari ini
semua tergantug kepadaku.
Dan aku bisa menentukan
hari macam apa yang kukehendaki.

(by Bang Din dari buku Selalu ada Harapan ; 2007)
dengan beberapa penambahan.
READ MORE ...

BAb 2 : Motivasi dan Kebutuhan (MK Perilaku Konsumen)

Beberapa Definisi Motivasi , menurut:
# Schiffman dan Kanuk (2000), Motivasi adalah faktor pendorong dalam diri individu yang mendorong mereka untuk bertindak. Faktor pendorong adalah hasil dari ketidaknyamanan yang muncul akibat adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi.
# Solomon (1999); Motivasi adalah proses yang menyebabkan orang-orang berperilaku sebagaimana tindakannya, akibat adanya kebutuhan yang timbul pada konsumen yang ingin dipenuhi. Ketika kebutuhan bergerak, ketidaknyamanan muncul mendorong konsumen berupaya mengurangi atau menghilangkan kebutuhannya.
# Mowen dan Minor (1998), motivasi adalah perasaan dalam diri seseorang yang tergerak untuk berperilaku memenuhi tujuannya, yang terdiri dari dorongan, desakan, keinginan, dan hasrat yang memicu urutan kejadian yang mengarah pada perilaku.

Motivasi mucul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen.
Kebutuhan muncul karena adanya ketidaknyamanan (state of tension) yang seharusnya dirasakan oleh konsumen. Motivasi adalah kebutuhan yang dirasakan yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan memenuhi kebutuhannya tersebut.

Maslow mengemukakan lima kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya mulai dari yang paling rendah, yaitu kebutuhan biologis (physiological or biogeic needs) sampai paling tinggi yaitu kebutuhan psikogenik (physicogenic needs). Menurut teori Maslow, manusia berisaha memenuhi kebutuhan tingkat yang lebih tinggi.
David McClelland mengembangkan suatu teori motivasi yang disebut sebagai McClelland Theory of Learned Needs. Teori ini menyatakan bahwa ada tiga kebutuhan dasar yang memotivasi seorang individu untuk berperilaku, yaitu (1) kebutuhan untuk sukses, (2) kebutuhan untuk afiliasi, dan (3) kebutuhan kekuasaan.

Dua aplikasi penting dari teori motivasi adalah segmentasi dan positioning. Para pemasar bisa menggunakan teori motivasi Maslow untuk hierarki kebutuhan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi dasar. Produk atau jasa yang dipasarkan bisa diarahkan untuk target pasar berdasarkan tingkat kebutuhan konsumen. Hirarki dimanfaatkan u tuk positioning. Kunci dari positioning adalah persepsi konsumen terhadap produk atau jasa.
READ MORE ...

Kamis, 14 April 2011

Menanam Cinta Organik

Tanah tempat ku berpijak,
Menanamkan Benih-benih cinta
yang selalu tersiram dengan senyum dan perhatianmu,
kau pupuk dengan kasih dan sayang,
tak lupa selalu kau siangi gulma-gulma permasalah diantara kita,
Pestisida tak butuh lagi,
karena cinta kita adalah organik,
yang tumbuh dari hati,
tak butuh alasan untuk merusak tanah dengan kimia,
seperti kau rubah dirimu untukku,
tak perlu seperti itu,
jadilah dirimu seutuhnya,
bukan pupuk urea buatan
tapi layaknya nitrogen di udara, begitu alami..
hingga aku merasakan keberadaanmu,
dan kau mengisi kekosongan relung hatiku
seperti kau mengisi pot kosong depan rumahku,
dengan bunga mawar berwarna biru, atau putih, atau merah?
dan kau jangan dengan mudahnya menjual cinta kita di pasaran, seperti cabe yang baru dipanen,
akan terasa pedas...
dan petiklah cinta kita dengan memanennya dalam ikatan suci,
yang dikemas dalam plastik kesetiaan,
diberi label halal ijab kabul,
hingga bisa menjadi sebuah produk Cinta Organik,
Dengan tag line pemasaran sakinah, mawaddah, warahmah.
READ MORE ...