Senin, 01 April 2013

6 Danau Terindah di Dunia

6 danau terindah di dunia ini bukti keberadaan Tuhan Sang Pemilik Alam Semesta dan Sang pemilik Mayapada. Siapa yang akan mengingkari Dia apabila telah menjadi saksi mata akan kecantikan sebuah danau? Sungguh agung ciptaan Tuhan, menggoreskan tinta emasnya di berbagai tempat di dunia, termasuk danau. Banyak danau di dunia menampilkan pemandangan alam paling cantik, seperti 6 danau berikut ini.

1. Reed Flute Cave Lake, China
Danau cantik pertama yang bisa turis datangi adalah Danau Reed Flute Cave di China. Ini sebenarnya adalah gua batu kapur yang berada di Guilin, Guangxi, China. Gua ini berusia lebih dari 180 juta tahun. Setelah sempat tak terlihat, akhirnya pada tahun 1940 - an, keberadaan gua ini ditemukan.

www.belantaraindonesia.org

Ternyata, di dalamnya terdapat danau yang menarik untuk dilihat. Datang ke sana, wisawatan akan disuguhkan pemandangan seperti cermin. Jelas saja, air danau yang jernih merefleksikan atap gua.

Yang membuatnya terlihat lebih cantik, danau ini terkenal karena memancarkan cahaya warna - warni. Ada merah, ungu, hijau, dan terkadang kuning. Entah dari mana sumber warna tersebut, yang pasti inilah yang menjadi daya tarik lebih turis.

2. Danau Gua Melissani, Yunani
Danau Gua Melissani berada di dekat Kefalonia, Yunani. Ini adalah harta karun tersembunyi di Yunani, yang baru ditemukan pada tahun 1953. Danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dengan tebing - tebing tinggi yang tampak gahar.

www.belantaraindonesia.org

Nama Melissani ternyata diambil dari nama Dewi Yunani, Melissanthe. Menurut mitologi, dewi ini menenggelamkan diri di dalam danau dan tewas ketika diajak bercinta oleh salah satu dewa Yunani, yaitu Pan.

Waktu paling asyik untuk datang ke Danau Gua Melissani adalah bulan Juli dan Agustus. Saat itu, sinar Matahari sedang maksimal menerangi danau. Warna airnya pun tampak begitu jernih, dan terlihat memantulkan bayangan dinding tebing gua.

3. Danau Matheson, Selandia Baru
Danau Matheson di Selandia Baru juga masuk dalam daftar danau cantik di dunia. Setiap musim, danau ini selalu menampilkan pertunjukkan alam yang memukau. Mulai dari pegunungan tinggi yang mengelilingi, hingga keelokkan cahaya Matahari yang memantul di permukaan air.

www.belantaraindonesia.org

Untuk mencapai danau, turis akan dihadapkan dengan jalan setapak yang terawat. Tak hanya itu, Anda juga akan melewati rawa - rawa yang tentunya dikelilingi pepohonan hijau.

Biasanya, traveler pecinta fotografi yang memenuhi destinasi ini. Mereka berkumpul di anjungan yang diberi nama 'Reflection Island'. Dari sini, Anda bisa menemukan pemandangan paling cantik yang bisa dipotret lewat lensa kamera.

4. Five-Flower Lake, China
Five-Flower Lake adalah danau kebanggaan rakyat China. Danau ini berada di Taman Nasional Jiuzhaigon, China. Danau ini memiliki air yang sangat jernih.

www.belantaraindonesia.org

Saking jernihnya, setiap turis yang datang bisa melihat dasar danau. Tak seperti danau di belahan dunia lain yang dasarnya terdapat sampah, yang ada di dasar Five-Flower Lake adalah patahan ranting pohon.

Untuk mendapatkan pemandangan paling cantik, pelancong bisa naik ke atas pegunungan yang mengelilinginya. Dari sana, terlihat keanggunan danau jernih yang diselimuti pohon rimbun nan hijau.

5. Danau Plitvice, Kroasia
Tidak ada yang memungkiri kalau Danau Plitvice di Kroasia adalah salah satu danau paling cantik di dunia. Danau ini merupakan kumpulan 20 danau kecil yang ada di Taman Nasional Plitvice, Kroasia. Jika datang ke danau ini, pengunjung akan dibuat terpana oleh air terjun yang terbentuk dari 20 danau tersebut.

www.belantaraindonesia.org

Danau ini dikelilingi oleh tebing - tebing terjal nan curam dan tiga gunung, yaitu Gunung Mala Kapela, Gunung Dinaric Alps, dan Gunung Medvedak. Inilah yang menambah daya tarik Danau Plitvice.

Yang membuat turis sepakat mengatakan Danau Plitvice sebagai danau tercantik di dunia, adalah warna airnya yang bisa berubah - ubah. Kadang berwarna abu - abu, hijau dan biru. Warna ini tergantung musim yang sedang berlangsung. Ini karena perubahan warna berasal dari sumber mineral yang terkandung di dalamnya.

6. Yucatan Cave Lake, Meksiko 
Danau lain yang menjadi mahakarya Tuhan paling cantik jatuh di Meksiko. Negara Amerika Latin ini memiliki Yucatan Cave Lake. Sesuai namanya, danau yang berada di dalam gua ini berada di Semenanjung Yucatan.

www.belantaraindonesia.org
Danau ini tak hanya memiliki air yang bersih dan bening bagai kaca. Yucatan Cave Lake juga memiliki stalagtit yang menakjubkan. Sayangnya, penduduk sekitar maupun turis dilarang bermain di dalam danaunya.

Mungkin danau di Indonesia bellum masuk salah satu diantara 6 danau diatas, namun jangan sangka di Indonesia tak mempunyai danau yang indah. Ranu Kumbolo, Danau Kelimutu dll tak kalah indah dengan danau lainnya..
So keep love INDONESIA
READ MORE ...

Sabtu, 16 Februari 2013

Gunung Bagaikan Seorang "IBU"


Aku bukan sekedar mendaki lalu turun dengan keletihan, di sana aku menemukan diriku. Aku seperti pulang ke pelukan seorang “ibu”, disana aku bisa berbagi semua isi kepenatan rutinitas yang kujalani, disana aku bisa menangis terharu, disana aku bisa bebas teriak, disana aku bisa berharap.

www.belantaraindonesia.org

Tanah yang kutapaki adalah rahim “ibuku”. Manusia berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Tegakah diri ini mengotorinya? Tegakah melihat generasi selanjutnya yang keluar dari rahim “ibu” adalah generasi yang kotor? Karena aku bukan sekedar mendaki lalu turun dengan keletihan saja, maka ku bersihkan semampuku jika aku mengunjungi “ibuku”.

Pohon - pohon disana adalah “jantung”. Jantung tempat darah - darah ini dipompakan dan dialirkan, sehingga aku rindu untuk terus mengunjunginya kembali ketika melihat denyut hijaunya. Apa jadinya bila aku hidup tanpa jantung

Masih adakah yang tega menyakitinya atau bahkan menghilangkannya? Mereka ada untuk kita dan tugas kita adalah merawatnya. Sapalah mereka dengan hati maka kita akan selalu disambut dengan ramah ketika mengunjunginya lagi. 

Udara adalah darah ketika kita disana. “darah” yang terus mengalir setiap detik, “darah” yang terus keluar masuk dalam menemani perjalananku disana. Begitu segar, begitu bersih dan begitu ikhlas diberikan kepada kita. Biarkanlah agar tetap seperti itu, biar tetap mengalir dalam tubuh ini.

Tetapi aku tidak setiap saat mengunjungi “ibuku” , rutinitasku di kota di belantara baja. Namun “ibuku” tetap terus ada disekitarku. Mengingatkanku agar terus seperti itu, menyuruhku untuk terus melakukan hal - hal kecil bukti cinta dan sayangku padanya.

Tanah ini Rahim. Pohon - pohon ini jantung, dan Udara ini darah. Dan Gunung adalah “Ibuku”

Sumber : 
http://www.belantaraindonesia.org
READ MORE ...

Yang Bisa Terjadi Dalam Pendakian Gunung


Mendaki gunung tidak hanya memerlukan niat yang kuat saja. Tetapi juga kesiapan fisik. Daya tahan ( endurance ) sangat diperlukan karena dibutuhkan perjalanan berjam - jam hingga hitungan hari untuk sampai di puncak gunung. Hal yang paling sering muncul dalam bahaya subyektif adalah resiko medis.


www.belantaraindonesia.org

HIGH RISK
Adalah resiko medis yang bisa menyebabkan kematian. Keadaan yang termasuk di sini adalah :

Hipotermia
Penurunan suhu tubuh di bawah suhu normal yakni 37 derajat celcius

Dehidrasi
Kekurangan cairan yang di sebabkan oleh kurangnya pemasuklan atau pengeluaran cairan secara berlebihan pada tubuh.

MEDIUM RISK
Adalah resiko medis yang bisa menyebabkan kecacatan, yaitu patah tulang, hilangnya kontinuitas jaringan tulang.

LOW RISK
Resiko medis yang mengganggu aktifitas pendakian seperti trauma. Trauma yang sering terjadi dalam pendakian adalah trauma kepala, trauma otot dan trauma tulang seperti patah tulang.

Luka Dan Cedera Otot.
Jenis luka yang sering terjadi adalah luka lecet, luka memar dan luka sayat. Dan cedera ototyang sering terjadi adalah kram otot, terkilir.

Dari semua yang ada diatas bisa saja dihindari jika kita mempesiapkan segala sesuatu didaalam pendakian. Dan tetap hati-hari di setiap langkah kita.

Semoga bermanfaat


Sumber : http://www.belantaraindonesia.org
READ MORE ...

Kamis, 24 Januari 2013

Alasan Selalu Ingin Ke Gunung

Mengapa selalu rindu mendaki gunung? Tentu banyak jawaban yang akan diberikan oleh para pendaki gunung apabila tanya tersebut di berikan kepada mereka. Banyak hal yang akan di temukan di sana, di tengah alam gunung. Tetapi mungkin hal - hal berikut ini menjadi salah satu dari jawaban Anda.

www.belantaraindonesia.org
Plawangan Sembalun Rinjani

  1. Udara pegunungan yang bersih membuat paru - paru saya berterima kasih.
  2. Tidak ada yang bisa mengalahkan sensasi minum langsung di mata air gunung.
  3. Suara alam di tengah kesunyian malam yang sebenarnya.
  4. Perhiasan langit yang selalu nampak jelas di malam hari.
  5. Tidak ada makanan yang lebih nikmat dari makanan yang dimasak di atas gunung.
  6. Bisa mengenal teman jauh lebih dekat. Merajut persaudaraan.
  7. Bertemu orang - orang baru layaknya sahabat yang lama tak jumpa.
  8. Membakar kalori dan menurunkan sedikit berat badan. Sehat!
  9. Kenikmatan secangkir kopi di tengah dinginnya kabut pagi.
  10. Selalu mendapat mood positif.
  11. Menenangkan hati dan pikiran.
  12. Mengajarkan bahwa kita itu sangatlah kecil dibandingkan alam, apalagi penciptanya.
  13. Melatih mental dan fisik.
  14. Tidak pernah menyesal untuk pergi, dan selalu ingin kembali.
  15. Saya suka berjalan di alam, tanpa destinasiLife is all about journey, right?
  16. It help you to make sense of this crazy world we live in.
  17. Melihat hal - hal yang mungkin orang lain tidak pernah melihatnya. Padang savanadengan bunga Edelweiss, danau dan air terjun yang belum terjamah, langit yangmenggelora, barisan bintang bersama Bimasakti dan masih banyak lagi.
  18. It’s a photographers dream! Alam menghasilkan hal - hal yang luar biasa. Dan kita tidak pernah tahu kejutan apa lagi yang akan diberikan kepada kita.
Dan rasanya ingatan di benak kita akan kembali mengingat apa yang pernah menjadi jawabanGeorge Mallory saat di tanyakan : Mengapa mendaki gunung? Because it’s there

Just never forget this when you hike : Never take anything but picturesnever leave anything but footprints, and never kill anything but time. Bagaimana dengan kalian?


sumber : http://www.belantaraindonesia.org/


READ MORE ...

Selasa, 02 Oktober 2012

Ranu Kombolo Yang Damai

Andai sebuah angan bisa langsung terwujud,mungkin salah satunya adalah bisa datang ketempat yang satu ini. Danau yang terletak di 2400 Mdpl ini memang tak ada duanya.

Ranu Kombolo adalah nama dari danau yang indah nan damai ini. Disini kita bisa merasakan kedamaian yang tak ada duanya. Dan ketika Sunrise tiba akan lebih terasa lagi kenikmatan yang bisa dirasakan.

Sinar sang surya yang indah dan sangat mempesona bisa kita lihat dari celah celah bukit yang berada disekitar Ranu Kombolo. Udara dingin yang menusuk kedalam baju tak menghalangi niat untuk melihat indahnya ciptaan sang kholik.

Sungguh suasana yang sangat membuat kaki ini berjalan menuju kembali kesini. Ranu Kombolo Sebuah Pemandangan yang Sangat Mempesona.


READ MORE ...

Rabu, 19 September 2012

Sebuah Lukisan Sang Pencipta


Sunrise pagi yang begitu indah dan lebih indah lagi apabila kita lihat dengan syukur karna masih bisa menikmatinya. Apalagi diatas puncak gunung,sungguh kepuasan yang tak ada duanya. Bisa melihat langsung dari atas ketinggian tertentu dan tanpa ada yang menghalangi untuk melihat sebuah lukisan sang pencipta yang begitu indah.

Rasanya jika telah melihat kebesaran sang pencipta kita bagaikan setetes air dalam lautan yang luas. Sangat kecil dihadapan-Nya. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan bisa melihat sunrise ini.

Dengan rasa yang lelah dan letih karna telah semalam suntuk berjalan dengan trek yang curam dan butuh perjuangan. Pasti akan terbayar jika kita sudah sampai dan melihat indahnya alam ini.

READ MORE ...

Minggu, 16 September 2012

Mahameru Dan Soe Hoek Gie


Apakah hubungannya Mahameru dan Soe Hoek Gie? Dan adakah keterkaitan antara mereka berdua? Yap, mereka, Mahameru dan Soe Hoek Gie adalah dua legenda Indonesia, dan karena asap beracun di puncak Mahameru lah Soe Hoek Gie meninggal. Hingga kini dia menjadi lambang penggiat alam bebas yang di segani dan di hormati sebagai pendaki maupun sebagai manusia tangguh. Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942.



Dia adalah sosok aktifis yang sangat aktif pada masanya. Sebuah karya catatan hariannya yang berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran setebal 494 halaman oleh LP3ES diterbitkan pada tahun 1983. Soe Hok Gie tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia dan juga merupakan salah satu pendiri Mapala UI yang salah satu kegiatan terpenting dalam organisasi pecinta alam tersebut adalah mendaki gunung. Gie juga tercatat menjadi pemimpin Mapala UI untuk misi pendakian Gunung Slamet, 3.442m. Kemudian pada 16 Desember 1969, Gie bersama Mapala UI berencana melakukan misi pendakian ke Gunung Mahameru ( Semeru ) yang mempunyai ketinggian 3.676m. Banyak sekali rekan - rekannya yang menanyakan kenapa ingin melakukan misi tersebut. Gie pun menjelaskan kepada rekan - rekannya tesebut.

Sebelum berangkat, Gie sepertinya mempunyai firasat tentang dirinya dan karena itu dia menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol - ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Dari beberapa catatan kecil serta dokumentasi yang ada, termasuk buku harian Gie yang sudah diterbitkan,Catatan Seorang Demonstran ( CSD ) ( LP3ES, 1983 ), berikut beberapa kisah yang mewarnai tragedi tersebut yang saya kutip dari Intisari :

Suasana sore hari bergerimis hujan dan kabut tebal, tanggal 16 Desember 1969 di G. Semeru. Seusai berdoa dan menyaksikan letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru ( puncaknya G. Semeru ) serta semburan uap hitam yang mengembus membentuk tiang awan, beberapa anggota tim terseok - seok gontai menuruni dataran terbuka penuh pasir bebatuan, mereka menutup hidung, mencegah bau belerang yang makin menusuk hidung dan paru-paru. Di depan kelihatan Gie sedang termenung dengan gaya khasnya, duduk dengan lutut kaki terlipat ke dada dan tangan menopang dagu, di tubir kecil sungai kering. Tides dan Wiwiek turun duluan.

Dengan tertawa kecil, Gie menitipkan batu dan daun cemara. Katanya, “Simpan dan berikan kepada kepada ‘kawan-kawan’ batu berasal dari tanah tertinggi di Jawa. Juga hadiahkan daun cemara dari puncak gunung tertinggi di Jawa ini pada cewek-cewek FSUI.” Begitu kira-kira kata-kata terakhirnya, sebelum turun ke perkemahan darurat dekat batas hutan pinus atau situs recopodo ( arca purbakala kecil sekitar 400-an meter di bawah Puncak Mahameru ).

Di perkemahan darurat yang cuma beratapkan dua lembar ponco ( jas hujan tentara ), bersama Tides, Wiwiek dan Maman, mereka menunggu datangnya Herman, Freddy, Gie, dan Idhan. Hari makin sore, hujan mulai tipis dan lamat - lamat kelihatan beberapa puncak gunung lainnya. Namun secara berkala, letupan di Jonggringseloko tetap terdengar jelas.

Menjelang senja, tiba - tiba batu kecil berguguran. Freddy muncul sambil memerosotkan tubuhnya yang jangkung. “Gie dan Idhan kecelakaan!” katanya. Tak jelas apakah waktu itu Freddy bilang soal terkena uap racun, atau patah tulang. Mulai panik, mereka berjalan tertatih - tatih ke arah puncak sambil meneriakkan nama Herman, Gie, dan Idhan berkali - kali.

Beberapa saat kemudian, Herman datang sambil mengempaskan diri ke tenda darurat. Dia melapor kepada Tides, kalau Gie dan Idhan sudah meninggal! Kami semua bingung, tak tahu harus berbuat apa, kecuali berharap semoga laporan Herman itu ngaco. Tides sebagai anggota tertua, segera mengatur rencana penyelamatan.

Menjelang maghrib, Tides bersama Wiwiek segera turun gunung, menuju perkemahan pusat di tepian ( danau ) Ranu Pane, setelah membekali diri dengan dua bungkus mi kering, dua kerat coklat, sepotong kue kacang hijau, dan satu wadah air minum. Tides meminta beberapa rekannya untuk menjaga kesehatan Maman yang masih shock, karena tergelincir dan jatuh berguling ke jurang kecil.

“Cek lagi keadaan Gie dan Idhan yang sebenarnya,” begitu ucap Tides sambil pamit di sore hari yang mulai gelap. Selanjutnya, mereka berempat tidur sekenanya, sambil menahan rembesan udara berhawa dingin, serta tamparan angin yang nyaris membekukan sendi tulang.

Baru keesokan paginya, 17 Desember 1969, mereka yakin kalau Gie dan Idhan sungguh sudah tiada, di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Mereka jumpai jasad keduanya sudah kaku. Semalam suntuk mereka lelap berkasur pasir dan batu kecil G. Semeru. Badannya yang dingin, sudah semalaman rebah berselimut kabut malam dan halimun pagi. Mata Gie dan Idhan terkatup kencang serapat katupan bibir birunya. Mereka semua diam dan sedih.


Dan ada satu pernyataan Gie ketika rekan - rekannya bertanya kenapa ingin ke puncak Mahameru?

Jawab Gie : “Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia - manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan - slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenalIndonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung. Mahameru  dan Puncak abadi para Dewa telah melahirkan Dewa baru, yakni Soe Hoek Gie .
READ MORE ...