Minggu, 15 Mei 2011

Aku, Dia, Kau dan Kawan-Kawanmu


dari Irfan Herdiyana (k' ijul); 20 Mei 2008, yg tidak ikut ekspedisi kami (11 pendaki).
Ditulis saat kami Terlelap dalam keletihan,
dari buku kumpulan puisi yg ku bawa ketika pendakian,dulu,,



Aku, Dia, Kau dan Kawan-Kawanmu
Aku melihat beberapa laki-laki dan perempuan,
Tergelepar karena keletihan
Mereka nyenyak sekali tidur dalam kegelapan, kesunyian dan dinginnya malam.
Seketika pagi datang, mereka pun bangun
untuk menjemput hangat mentari dan kalahkan hari..
Lalu ku bertanya pada mereka,
"Kemana kau pergi hari kemarin??"
mereka menjawab dengan lantang
"Aku mengunjungi kekasihku di Puncak sana...
Sang Bunga Putih nan abadi..."
Letih dan lelah yang mereka rasakan,
Jurang yang curam yang mereka hadapi,
Tikaman batu-batu tajam yang mereka ijak..
Tebing tinggi yang mereka panjati degan terpatah-patah,
hilang sudah stelah bahagia merasakan bertemunya "Sang Kekasih"

"kawan, sampaikanlah salamku padanya di suatu hari ketika kau mendakinya kembali..
Dia adalah kekasihku juga, sekarang dan selamanya..
Eidelweis
namanya.. abadi Cinta dan Kasihnya"
READ MORE ...

Minggu, 08 Mei 2011

Bintang Utara

Bintang Utara Sang Pembebas,
yang membebaskan ku dari kepenatan,
hanya satu malam saja, ketika dia muncul..
sudah kubilang mungkin ini hanya sementara,
hanya sementara saja,
sementara..????

Namun sering aku berfikir,
bintang manis yang nampak terang itu
akan kah menjelma menjadi sosok yang bisa membawaku terbang???
minimal sampai ke langit biru saja,,,
tapi rasanya muskil..!
karena dia hanya bisa muncul ketika tak ada yang lain,
tak ada Matahari.
Dan kau pasti akan kalah sinar,
sinar metari lebih menjelma untuk langit terang,
tidak sepertimu yang menemani kegelapan yang indah...
tidak sepertimu,
tidak sepertimu,

tapi aku sangat menginginkanmu
karena kau adalah Bintang Utara Sang Pembebas..
tak peduli sebagaimana pun engkau,
meski tak sehebat Sang Surya yang bersinar cerah,
tapi kau adalah cahaya kilau yang menemaniku dalam kegelapan,
Kau adalah Bintang Utara Sang Pembebas
yang memberiku keindahan dalam gulita,
diantara lolongan anjing malam,
dintara kengerian kekejaman manusia,
diantara angin semilir yang menembus tulang,
diantara sepinya keheningan malam...
kau Bintang Utara yang jauh di sana...
READ MORE ...

Rabu, 04 Mei 2011

Aksi vandalisme, merusak keindahan bentang alam

Menjelang Hari Bumi 22 April...

Sore itu (15/04/2011), segerombolan siswa-siswi sebuah sekolah menengah kejuruan swasta di Kota Singkawang sedang asyik sembari tertawa dan bercanda ria di sekumpulan bongkahan batu di pinggiran pantai disalah satu lokasi favorit hunting landscape di kota itu. Kecerian mereka tercurah dalam coretan-coretan di baju mereka, beragam warna dan tulisan tanpa makna jelas menghiasi lembaran yang mereka coret. Ternyata mereka sedang merayakan hari terakhir mereka menyandang status siswa, sebelum mengikuti ujian nasional. Tak hanya itu saja, mungkin karena sudah kehabisan media untuk berkreativitas, mereka pun beralih menyemprotkan cat aneka warna ke batu-batu yang ada di sekitar mereka. Batu yang semula indah itu, kini sudah tercoreng akibat ulah mereka.


Kejadian ini persis di depan mata saya, hati nurani tak tahan menjerit menatap aksi mereka. Saya mencoba menegur mereka, namun jawaban yang saya peroleh sungguh memerahkan telinga bagi siapapun yang mendengarnya, terutama bagi pecinta alam seperti saya. Sebuah pertanyaan sederhana saya lontarkan kepada mereka, "apakah indah batu-batu itu kalian coret seperti itu...???", dan dengan entengnya mereka menjawab,"tergantung pemandangannya bang....!!!" Tertegun sanubari mendengar jawaban itu, dan jika saja aku waktu itu tidak berfikir panjang, mungkin sayaakan bertindak brutal untuk menghentikan mereka. Namun, saya bukan lah siapa-siapa yang bisa menghentikan perbuatan mereka saat itu. Dengan sadar mereka saya bidik dengan camera saya, biarlah lensa yang mengabadikan perbuatan mereka.

kembali dalam batin saya bertanya, apakah ini yang mereka peroleh dari hasil menimba ilmu di sekolah? Ataukah ini trend peninggalan budaya para pendahulu?
seandainya batu itu adalah saya, tentu saya akan menjerit. berkurang sudah keindahan dan ke alamian bentang alam yang kita dibanggakkan....

Photo & Teks :
Yohanes Kurnia Irawan
READ MORE ...

Senin, 02 Mei 2011

Egois.. Egois...Egois..

Ini kisah tentangku, sebut saja "Bunga".


3 kata yang menggambarkan diriku,
Egois...Egois...Egois...
Ya, aku ingat ketika patner seperjuanganku (sebut saja Gunung) menulis surat sms untukku, sebelum kami berpisah kelas 3 SMA, dulu. Fufufu...
Sangat sangat lucu ketika mengingat apa yang dilakukan dulu dan kata orang jika kita ingat kejadian masa lampau dan merasa hal itu lucu (bodoh atau apalah) yang membuat kita tertawa dan mempertanyakan kenapa membuat hal-hal semacam itu, maka kita "katanya sich, sudah dewasa" ohoho...
Ya gimana enggak, hanya karena emosiku gara-gara tu orang sering bikin onar, rapat gak dateng, bo-ongin aku de-el-el yang gag bisa aku sebutkan, ya terjadilah sms keras, yang isinya aku marahin dia, aku maki dia, segala kekesalan kutumpahkan selama 2 tahun berpatner dengannya. Dhuuuuaaarrrr.... jeder..jeder...!!! Berantemlah kita dalam xmx, ketemu gak kenal dinginnn.. banget... kemudian aku merasa ini harus diakhiri.. aku terlalu kekanak-kanakan. Sudah seminggu... 2 minggu... 3 minggu kami begini... aku meminta maaf, dia tak gubris aku, aku minta maaf, dia tak lihat aku, aku minta maaf dia pura-pura tak mendengarkan, tak mengenal aku. Putus sudah komunikasi kami. Padahal di depan sana ada program pendakian yang kami tanggung jawabi berdua, berat rasanya... * aku membutuhkanmu, jangan campakkan aku seperti ini (dalam artian patner ya...). Dan ke-egoisan ku melukai mu Gunung.
Dan sampailah kami pada bulan ketiga, kami kembali berkomunikasi, dekat kembali, tapi mungkin ya tidak seperti dulu. Jadilah ini pelajaran untukku (yang memang egois ini). Kita sudah saling mengaku salah dan memaafkan tanpa kata maaf secara resmi. Tidak ada permintaan maaf formal, hanya dengan untaian waktu yang membimbing dan mengiringi kami.


Namun ternyata itu terulang lagi, ketika aku sudah memasuki bangku kuliah, berurusan dengan orang yang dekat denganku ( sebut saja Langit ). Aku merasa salah saat itu, malam itu di tengah ke be-te an yang kualami, di tambah hal yang membuatku bingung, galau, kritis, dan kecewa, aku jadi tidak mood. Kembali untuk ke dua kalinya Langit menjadi korban, (setelah aku tinggal kan dia di persimpangan, malam yang lain). Dia harus menelan pil pahit kekesalan dan kekecewaanku akan ketidak tegasan seseorang dan pengapresiasian untuk sebuah harapan kosong. Tong kosong nyaring bunyinya ;ebih baik dari pada memberi harapan kosong, ataupun rasa kasihan. Sudah semestinya menentukan sikap yang bijak, tidak semua orang menganggap perlakuan yang kau beri untuk orang lain adalah sama (biasa saja). Karena bisa jadi hal yang biasa itu menjadi hal yang luar biasa yang memberikan dampak tidak baik untuk hubungan biasa kita. Hhhffft, kau tidak salah dan aku juga tidak salah, yang salah adalah sikap dan persepsi kita. Dan ke-egoisan ku juga melukai hatimu Langit....
READ MORE ...

Cinta dan Benci

bagaimana cara membuatmu bahagia
nyaris ku menyerah jalani semua
tlah berbagai kata ku ungkap percuma
agar kau percaya cintaku berharga
tak kuat ku menahanmu, mempertahankan cintaku
namun kau begitu saja, tak pernah merindu
reff:
sungguh aku tak bisa, sampai kapanpun tak bisa
membenci dirimu, sesungguhnya aku tak mampu
sulit untuk ku bisa, sangat sulit ku tak bisa
memisahkan segala cinta dan benci yang ku rasa
apa kau mengerti ku sedih sendiri
tanpa ada kamu ku merasa sepi
tlah lama ku menantimu, diam sendiri menunggu
setengah hati mencinta, ku sakit karenamu
repeat : reff
woo ooo ku sakit karenamu
sungguh aku tak bisa, sampai kapanpun tak bisa
membenci dirimu, sesungguhnya aku tak mampu
sulit untuk ku bisa, sangat sulit ku tak bisa
memisahkan segala cinta dan benci
sungguh aku tak bisa membenci dirimu
sesungguhnya aku tak mampu
sungguh aku tak bisa, sampai kapanpun tak bisa
memisahkan segala cinta dan benci ooo
cinta dan benci ooo yang ku rasa

(Geisha)
*bolehlah Geicha... hehehe..
READ MORE ...

Bondan Prakoso - Waktu

Ini sepotong kisah, tentang perjalanan seorang insan menapaki jejak kehidupan, dia lahir ke dunia dari keluarga, tidak miskin kurang kaya yo tapi sederhana, ayah berdagang ibu mengasuh dia dirumah, sejak kecil belajar susah hanya bersikap pasrah, sempat sesaat mengenal A.S.i dari ibu, syukuri rahmat dapat singkat nikmat ilmu

brigd: dia takan gentar meski guntur menggelegar, aral melintang tak mampu untuk buat pudar, hanya syukuri anugrah akan nasib dan takdir, dia takan menyerah t'rus berjuang hingga akhir...
Reff: tapakilah jejak diri wujudkanlah mimpi dan yakinlah kan kau raih, lakukanlah dari hati beri yang terbaik, pastikan kau raih

dan kini dia injak usia labil, dia tinggalkan satu masa kala ia kecil, skil, get real, hi can make it berhasil, sekian dari banyak mimpi dalam hati kecil, kecil sebenarnya berarti besar dia terlempar dalam panggung hidup yang kasar, sabarya kawan ini tentang edukasi yang tak terdapat mari sekolah ataupun skripsi

brigd: dia takan gentar meski guntur menggelegar aral melintang tak mampu untuk buat pudar, hanya syukuri anugrah akan nasib dan takdir, dia takan menyerah t'rus berjuang hingga akhir...
Reff: tapakilah jejak diri wujudkanlah mimpi dan yakinlah kan kau raih (berpasrah pada waktu) lakukanlah dari hati beri yang terbaik, pastikan kan kau raih (semua cinta dan mimpi mu)
hanya waktu yang dapat menjawab... Mampukah dia merubah... Saat semua mimpinya saat dimana jalan-nya lebar terbuka, dia merdeka nyata dan bahagia, dia tertawa di akhir semua usaha, dan percaya jalan tak selalu berliku dan mengerti celah untuk berpacu reff: tapakilah jejak diri wujudkanlah mimpi dan yakinlah kan kau raih, lakukanlah dari hati beri yang terbaik pastikan kau raih...
READ MORE ...

Jumat, 29 April 2011

KARAKTERISTIK DEMOGRAFI, EKONOMI, DAN SOSIAL KONSUMEN

1. Apa itu karakteristik demografi, ekonomi, dan sosial konsumen?
Jawab
· Karekteristik demografi adalah hal-hal yang menunjukan atau menggambarkan karakteriktik yang khas suatu penduduk. Terbagi atas usia, agama, suku, dll.
· Karakteristik ekonomi adalah hal yang menggambarkan pendapat, pengeluaran rumah tangga, serta penggunaan kredit dan kartu kredit sebagai sumberdaya ekonomi konsumen.
· Karekteristik social konsumen adalah status yang menunjukan kedudukan konsumen dalam kelas social konsumen tertentu, dipengaruhi oleh faktor ekonomi, interaksi dan politik.
2. Kenapa penting mempelajari karakteristik demografi, ekonomi, dan kelas sosial konsumen?
Jawab
Karene karakteristik demografi, ekonomi, dan social konsumen dapat menunjukan tingkat keinginan, persepsi, dan kebutuhan konsumen. Sehingga memudahkan pemasr dalam membuat strategi pemasaran suatu produk atau jasa. Produk dan jasa yang dipasarkan yang sesuai dengan ketiga karakteristik tersebut akan lebih mudah diterima oleh konsumen.
3. Apa beda demografi dan subbudaya?
Jawab
· Demografi adalah karakteristik yang membedakan masyarakat disuatu penduduk. Contohnya adalah demografi.
· Subbudaya adalah variable dari demografi yang menjelaskan demografi tersebut. Contohnya anak-anak, remaja, dewasa awal, dan lansia.
4. Kenapa kita perlu mengetahui detail demografi dan subbudaya?
Jawab
Dengan mengetahui detail demografi dan subbudaya maka untuk mengelompokkanatau segmentasi pasar terhadap konsumen. Detail demografi seperti usiadengan contoh subbudaya anak-anak, remaja, dewasa dan lansia, maka produk yang dipasarkan atau kebutuhan konsumen berbeda-beda. Dengan demikian, pemasar dapat menyusun strategi yang sesuai dengan karekteristik demografi serta subbudaya konsumen sehingga produk dan jasa dapat diterima konsumen.
5. Gambarkan perbedaan sikap, persepsi, prilaku yang diamati, karena adanya subbudaya?
Jawab
Dengan adanya subbudaya maka perbedaan sikap, persepsi, dan perilaku yang diamati akan lebih banyak dan beranekaragam. Hal tersebut dikarenakan setiap orang bisa menjadi anggota dalam beberapa subbudaya. Misalnya: seorang remaja Sunda. Hal tersebut merupakan gambaran karakteristik dari demografi usia dan suku bangsa dengan subbudaya usia remaja dan suku Sunda. Indonesia yang memiliki berbagai macam suku bangsa budaya dan berbagai karakteristik demografi menyebabkan akan semakin banyak perbedaan persepsi, sikap dan perilaku antara orang yang satu dengan orang yang lain.
6. Mengapa data-data demografi dikumpulkan ke pemerintah dan mengapa 3 variabel yaitu usia, pendidikan dan pekerjaan, serta lokasi geografik penting dikumpulkan?
Jawab:
Data-data demografi yang disebutkan diatas sangat penting untuk diketahui pemerintah, agar pemerintah dapat mengetahui keadaan penduduknya dalam hal usia, pendidikan, pekerjaan dan lokasi geografi. Misalnya pada kondisi demografi usia, pemerintah dapat mengerahui usia dominan yang ada di Indonesia. Begitu juga untuk yang lainnya. Berdasarkan hal tersbeut maka pemerintah dapat menentukan berbagai kebijakan kepada berbagai produsen untuk memproduksi barang sesuai dengan kondisi demografi usia, pendidikan, pekerjaan dan lokasi geografi penduduk Indonesia pada umumnya.
7. Mengapa setiap warga negara memiliki pendidikan yang baik?
Jawab:
Pendidikan yang baik penting untuk berbagai hala. Pada kegiatan perilaku konsumsi, pendidikan penting agar:
- Masyarakat tidak mudah dibodohi dengan produk-produk yang ada
- Masyarakat lebih cerdas dalam menentukam produk yang akan diproduksi
- Masyarakat dapat memilih produk dengan tepat.
Tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi nilai-nilai yang dianutnya, cara berfikir, cara pandang bahkan persepsinya terhadap suatu masalah. Konsumen dengan pendidikan yang baik akan responsif terhadap informasi, sehingga pendidikan mempengaruhi konsumen dalam pemilihan produk dan merk. Dari sisi pemasaran, dengan pendidikan yang baik, pemasar dapat memahami kebutuhan konsumen dengan tingkat pendidikan berbeda.
8. Bagaimana anda melihat anak sebagai konsumen? Mengapa anak yang menjadi konsumen potensial?
Jawab
Anak membutuhkan produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya, karena psikologis seorang anak ingin terus mencoba sesuatu yang baru, sehingga anak cendrung banyak menggunakan produk dan jasa yang baru.
9. Bagaimana anda melihat remaja sebagai konsumen? Mengapa remaja yang menjadi konsumen potensial?
Jawab
Remaja juga membutuhkan produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya, karena psikologis seorang remaja ingin terus mencoba sesuatu yang baru, sehingga remaja juga cendrung banyak menggunakan produk dan jasa yang baru.
10. Mengapa pendapatan, pengeluaran, kredit masyarakat dan kartu kredit merupan karakteristik ekonomi yang penting?
Jawab
Karena pendapatan, kredit, dan kartu kredit merupakan sumber daya ekonomi konsumen yang penting. Dengan ke tiga hal tersebut, konsumen dapat mengkonsumsi produk dan jasa. Sedangkan pengeluaran merupakan indikator dari sumberdaya ekonomi itu sendiri, sehingga ke empat hal tersebut menjadi karakteristik penilaian ekonomi yang sangat penting.
11. Apa yang dimaksud dengan kelas sosial?, kenapa kelas sosial penting dari segi ekonomi dan bisnis?
Jawab
Kelas sosial adalah bentuk lain dari pengelompokan lain dari masyarakat ke dalam kelas yang berbeda dan berpengaruh tehdap jenis produk, jasa, dan merk yang dikonsumsi oleh kelompok masyarakat tertentu yang ada pada kelas sosial tertentu.
Karena setiap kelas sosial memiliki kecendrungan untuk memilih produk dan jasa yang sesuai dengan kelas sosialnya, sehingga kelas sosial dapat dijadikan acuan bagi pemasar dalam memasarkan produk atau jasa dan menyusun strategi bisnis.
12. Indikator apa yang mudah untuk melihat atau membedahkan seseorang dalam suatu kelas sosial?
Jawab
· Variabel ekonomi
- Status pekerjaan
- Pendapatan
- Harta benda
· Variabel interaksi
- Perstis individu
- Asosiasi
- sosialisasi
· Variabel politik
- Kekuasaan
- Kesadaran kelas
- Mobilitas
13. Bagaimana kelas sosial mahasiswa IPB?
Jawab
Kelas mahasiswa IPB beragam baik dari variable ekonomi, interaksi maupun politik. Dari variable ekonomi tergantung pendapatan/ uang saku yang diterima dari orang tua, beasiswa ataupun sumber lain. Pada variabel interaksi dapat dilihat dari posisi keorganisasian mahasiswa baik dalam organisasi formal ataupun informal. Pada variable politik pdari segi mobilitas terdapat kelas mahasisea yang bermobilitas tinggi dan kelas mahasiswa yang bermobilitas rendah.
14. Bagaimana pola konsumsi, persepsi, prilaku, dan sikap dari mahasiswa IPB yang termasuk kelas sosial atas?
Jawab
Menurut kelompok kami mahasiswa IPB terdiri dari kelas sosial menengah ke bawah, kelas sosial menengah ke atas. Perbedaan ini dapat dilihat. Pada kelas sosial atas pola konsumsi, persepsi, prilaku, dan sikap cendrung pada hal-hal yang lebih mewah.
Contohnya dalam memilih makanan akan melihat tempat, jenis makanan,yang cendrung terkesan elit misalnya makan di restoran- restoran ternama, PH, CFC, KFC, dll. Selain itu pada mahasiswa yang kelas sosial di atas akan memiliki benda-benda yang terkesan mewah seperti hp, motor. Bahkan mobil dengan merk yang ternama. Ini sangat berbeda pada mahasiswa yang menengah ke bawah lebih cendrung makan di warteg, bahkan di emperan, dan memiliki benda-benda yang terkesan mewah.
READ MORE ...