Rabu, 29 Februari 2012

Wanita Itu Mutiara

Tulisan ini diambil dari artikel Era Muslim, dipublikasi 30/09/2002 06:50 WIB.
(by  and dedicated : Kadiv MiKat 2010-2011)

eramuslim - Woman was made from the rib of man, She was not created from his head to top him, Not from his feet to be stepped upon, She was made from his side to be close to him, From beneath his arm to be protected by him, Near his heart to be loved by him.

Sikap yang tepat dan bijak harus diberikan seorang pria mengingat wanita itu terbuat dari tulang rusuk yang bengkok, yang apabila terdapat kesalahan padanya, pria harus berhati-hati meluruskannya. Terlalu keras akan mematahkannya, dibiarkan juga salah karena akan tetap pada kebengkokannya. Meski demikian, tidak sedikit pria harus membiarkan wanita kecewa demi meluruskan kesalahan itu, toh setiap pria yang melakukan itu pun sangat yakin bahwa kekecewaan itu hanya sesaat kerena selanjutnya akan berbuah manis.
Wanita itu ibarat bunga, yang jika kasar dalam memperlakukannya akan merusak keindahannya, menodai kesempurnaannya sehingga menjadikannya layu tak berseri. Ia ibarat selembar sutra yang mudah robek oleh terpaan badai, terombang-ambing oleh hempasan angin dan basah kuyup meski oleh setitik air. Oleh karenanya, jangan biarkan hatinya robek terluka karena ucapan yang menyakitkan karena hatinya begitu lembut, jangan pula membiarkannya sendirian menantang hidup karena sesungguhnya ia hadir dari kesendirian dengan menawarkan setangkup ketenangan dan ketentraman. Sebaiknya tidak sekali-kali membuatnya menangis oleh sikap yang mengecewakan, karena biasanya tangis itu tetap membekas di hati meski airnya tak lagi membasahi kelopak matanya.
Wanita itu mutiara. Orang perlu menyelam jauh ke dasarnya untuk mendapatkan kecantikan sesungguhnya. Karenanya, melihat dengan tanpa membuka tabir hatinya niscaya hanya semu sesaat yang seringkali mampu mengelabui mata. Orang perlu berjuang menyusur ombak, menahan arus dan menantang semua bahayanya untuk bisa meraihnya. Dan tentu untuk itu, orang harus memiliki bekal yang cukup sehingga layak dan pantas mendapatkan mutiara indah itu.
Wanita itu separuh dari jiwa yang hilang. Maka orang harus mencarinya (menjemputnya.red) dengan seksama, teliti, melihat dengan hati-hati sebelum menjadikannya pasangan jiwa. Karena jika salah, ia tidak akan menjadi sepasang jiwa yang bisa menghasilkan bunga-bunga cinta, melainkan noktah merah menyemai pertikaian. Ia tak akan bisa menyamakan langkah, selalu bertolak pandang sehingga tak memberikan kenyamanan dan keserasian. Ia tak mungkin menjadi satu hati meski seluruh daya dikerahkan untuk melakukannya. Dan yang jelas ia tak bisa menjadi cermin diri disaat lengah atau larut.
Wanita memiliki kekuatan luar biasa yang tak pernah dipunyai lawan jenisnya dengan lebih baik. Yakni kekuatan cinta, empati dan kesetiaan. Dengan cintanya ia menguatkan langkah orang-orang yang bersamanya, empatinya membangkitkan mereka yang jatuh dan kesetiaannya tak lekang oleh waktu, tak lebur oleh perubahan.
Dan wanita adalah sumber kehidupan. Yang mempertaruhkan hidupnya untuk sebuah kehidupan baru, yang darinya dialirkan air susu yang menghidupkan. Sehingga semua pengorbanannya itu layak menempatkannya pada kemuliaan surga, juga keagungan penghormatan.
Wahai para wanita bersyukurlah menjadi wanita. Dan sebaikbaik perhisan dunia adalah wanita shalehah.
Fastabiqul khoirot...
READ MORE ...

Gomennasai dan Wanita

Gomennasai... atau   Maaf...
Seperti lirik lagu BLuE..."Sorry seems to be the hardest word".. (saya suka lagu ini...)

Kata maaf adalah kata yang susah-sussah gampang alias gampang-gampang-sussah untuk diucapkan. Tergantung maksud dan tujuan. Bila ada suatu kesalahan, kadang sulit untuk mengatakannya, kadang senang dengan kata-kata itu. Senang disini dalam artian dengan mengatakan maaf bisa membuat hati legaaaaaaaaaaa... seperti makan permen pelega tenggorokan, karena saat mengatakannya lencar banaaaa... dan gak mentok ampe tenggorokan aja. Ada juga yang sangat sulit untuk mengatakannya, yang bisa saja disebabkan karena terlalu besar kesalahan sehingga malu untuk mengakuinya. Sekecil dan sebesar apapun kesalahan adalah hal yang harus dipertanggung jawabkan. Harus berani menerima resiko.

Selain itu, dari sebuah jejaring sosial yang sedang marak digemari oleh khalayak ramai. Kata 'maaf' mempunyai arti lain, yaitu suatu bentuk tidak ingin kehilangan seseorang yang berarti. Hmm... masuk akal juga sich, karena dengan meminta maaf kepada orang yang bersangkutan, maka hubungan yang asalnya kurang baik akan membaik kembali. Dengan perasaan takut kehilangan seseorang yang sangat berharga itu, maka kata maaf (sekali lagi) bisa melegakan jika permintaan maaf kita diterima. hal ini sejalan dengan harapan yang membuat kita akan berfikir bahwa orang yang bersangkutan masih care terhadap kita karena dapat memaafkan kesalahan.

Kata 'maaf' juga merupakan ungkapan sayang, karena.... cari tahu saja sendiri jawabannya... (aku juga bingung, tapi low ditelusuri lebih lanjut... perkataan maaf yang keluar dengan tulus dapat menyentuh hati masing-masing pelaku baik subjek maupun objek. Seperti permintaan maaf seorang kakak kepada adiknya, antar sahabat,  istri kepada suami, de-es-be. Karena dapat mendekatkan mereka kembali... horreeeeeee ^_^).

Banyak cara yang dilakukan oleh wanita dalam meminta maaf. Diantaranya, memberi meminta maaf langsung sambil membuatkan/memberikan hadiah/barang kesukaan objek. Ini bukan 'nyogok'  bleh..  tapi bentuk kesungguhan dia bahwa dia benar-benar ingin meminta maaf. Bukan berarti setia meminta maaf harus memberikan sesuatu.. tapi bikin hal yang berkesan saat momen itu girlzz...
Hehe.. jadi inget Jandi (BBF Korea) ngasih apel sama JunPyo waktu mita maaf. Ato waktu seseorang merajut syal untuk sahabatnya sebagai tanda kesungguhan dia, atau ketika seseorang meletakkan coklat dan makanan kesukaanya di depan pagar rumah untuk mengganti makan malam yang batal... hmm.. banyak lagi dah..

Memaafkan bukanlah hal yang mudah, karena berkaitan dengan emosi dan perasaan. Seorang wanita bisa membawa perasaan sakit sampai keliang lahatnya. Seperti yang diterangkan guru saya saat masih SMA. Beliau menjelaskan bahwa jangan pernah menyakiti hati seorang perempuan, karena hal itu akan terus membekas di hatinya meskipun dia sudah bisa memaafkan. Bekas itu akan terus berada dalam hatinya baik secara sadar maupun tidak. Bekas itu tidak bisa hilang begitu saja. Bahkan sampai berpuluh-puluh tahun lamanya. Namun, karena begitu lembutnya dan sensitif hati seorang wanita, maka dengan keindahan yang ada pada dirinya dan kesabaran yang dipancarkan maka, kasih sayang itu akan sedikit-sedikit menutup luka hati yang ada. Itulah wanita dengan anugerah yang ada padanya, berupa kelembutan dan penuh kasih dalam hatinya. 

Oleh karena itu, banyak yang mengatakan bahwa wanita adalah makhluk yang sangat rumit. Memang, dalam hitungan detik saja perasaannya bisa berubah drastis. Lebih cepat dari es yang menjadi lumer, lebih cepat dari air yang mendidih, dan lebih cepat dari air terjun yang mengalir.

Yang paling penting, meminta maaf adalah hal yang harus dilakukan dengan baik jika kita mempunyai kesalahan dan berusaha dengan maksimal untuk memperbaiki serta tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Dan memaafkan adalah suatu hal yang sangat mulia, karena Allah Maha Ghafuur... Maha Pemberi Maaf dan Ampunan, sudah sepantasnya kita sebagai menausia dapat memaafkan kesalahan orang lain. Apalagi manusia adalah tempat salah dan lupa. Dan tidak mau memaafkan berati termasuk orang yang sombong karena telah melebihi  sifat Allah Yang Maha Pemurah dan Pemaaf.

Wallahu'alam bisshowab
READ MORE ...

Selasa, 28 Februari 2012

dari Soe (lagi)


*Catatan Seorang Demonstran

Soe Hok Gie, dengan lepas dan berani menulis dan terus menulis.
Mencurahkan isi hati tentang tirani, tentang sesuatu ironi pada masa itu.
Tidak, bukan hanya untuk masa itu saja, tapi rasanya masih berlaku sampai sekarang.
Bukan berarti saya disini ingin menghakimi sejarah. Tapi saya ingin menuliskan tentang kebingungan akan arti demokrasi yang terlalu kebablasan. Bukan salah demokrasi itu sendiri, bukan salah pemerintah saja, tapi perlu lah berkaca pada diri sendiri. Ingat... hati ibarat cermin, yang harus selalu dibersihkan dari noda-noda yang selalu menempel. Meski noda itu kecil bagai debu, tapi lama-kelamaan akan menjelma menjadi kotoran, menutupi pandangan hingga tidak bisa membedakan antara kanan kiri, terang dan gelap, kecil ataupun besar, karena cermin itu telah usang... menyedihkan.

Berikut kutipan dari perkataan Soe (atau biasa dipanggil dengan sebutan Gie):

Kita generasi baru, ditugaskan untuk memberantas generasi tua yg mengacau
Kita akan menjadi hakim atas mereka yang dituduh  koruptor-koruptor tua
Kitalah generasi yang akan memakmurkan indonesia

Yang berkuasa sekarang adalah orang-orang yang dibesarkan di zaman Hindia Belanda
Mereka adalah pejuang kemerdekaan yang gigih
Tapi kini mereka telah mengkhianati apa yang diperjuangkan
Dan rakyat makin lama makin menderita
Aku bersamamu orang-orang malang
Siapa yang bertanggung jawab akan hal ini???
Mereka generasi tua.
Semuanya pemimpin-pemimpin  yg harus ditembak mati dilapangan benteng,

#Cuma pada kebenaran kita bisa berharap. Dan radio-radio masih berteriak-teriak menebarkan kebohongan. Kebenaran hanya ada dilangit dan dunia hanyalah palsu...palsu…

(kutipan diambil dari film Soe Hok Gie )
READ MORE ...

Senin, 20 Februari 2012

EL-imTiyaZ (Kangen dech.. ^_^)


Ini adalah bahasa kami,
Saat kami mencari jati diri tentang rohis kelas
Kelas A11 dan A12 yang biasa disingkat “SeDus”
Kami dari berbagai latar belakang yang berbeda,

Dari tiada menjadi ada
Dari tak kenal menjadi sahabat
Dari tidak tahu menjadi tahu.
Itulah kami dengan kekurangan dan kelebihan kami.

Sekali lagi... 
Sifat dan idealisme kami memang berbeda,
Tapi dengan itulah kami bisa semakin mengerti,
Antara perbedaan yang  membumi
Dan kebersamaan yang selangit,
Mereka ada dan aku merasa ada…

Selalu terasa bahagia melihat tawa dan senyum mereka,
Dan layaknya Yusuf dengan Bunyamin,
Perasaudaraan kami terasa manis.
Namun dalam kamus kami seperti mengisyaratkan
Bahwa sakit adalah berkah,
Menghapus sedikit-sedikit dosa
Dan memperpanjang silaturahim
Mempertemukan kami dalam kesibukan masing-masing kala ada salah satu dari kami yang sedang mendapat cobaan,
Dan memang benar, sahabat dan saudara yang baik akan selalu datang meskipun dalam keadaan duka sekalipun,
dan apapun yang terjadi
Tidak hanya dalam senang saja.

EL-ImTiyaZ  itulah  kami…


01 November 2011
09.17 a.m
Teman-teman EL-imTiYaz adalah orang-orang yang unik, mereka mempunyai kepribadian yang menarik dan sangat baik. Pertama bertemu dan dibentuk pada tahun 2008. Jebolannya setelah TPB rata-rata orang hebat dibidangnya, sangat bersyukur sekali bisa mengenal kalian. Indahnya kebersamaan.
Sahabat... semoga sukses selalu, sukses dunia dan akhirat... Wish U all the best and Mizz U all ^_^

READ MORE ...

Sederhana


jadi inget kata Om Sapardi Djokodamono,
#sederhana; seperti kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu bakar yang menjadikannya abu...
#sederhana; seperti isyarat yang tak sempat diucapkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

kalo aku boleh nambahin nih Om.., hm..
#sederhana; seperti caramu memulikan wanita dengan hal yang biasa...
#sederhana; dengan isyarat yang kau berikan tanpa kata-kata...
#sederhana; seperti kesejukan dibawah hijau pohon rindang,
#sederhana; seperti biru angkasa setelah hujan menjelang senja orange,
#sederhana; namun teguh dan kuat seperti perjuangan dalam pendakian...
#sederhana; seperti cahaya kunang-kunang dibelantara rimba,
#sederhana; saja, dan cukup sederhana, namun sangat istimewa.

Kau tahu, seberapa pun dan se-sederhana apapun yang terlewati dan terjadi maupun akan terjadi, itu adalah hal luar biasa tergantung bagaimana kita menyikapinya. Pikiran adalah awal dari bagaimana kita meng-create sesuatu, perasaan adalah bagaimana kita menghadapi sesuatu, dan emosi adalah bagaimana memanage sesuatu. Bila semua bisa berkoordinasi dalam aura positif, maka semangat pun menjadi positif sehingga kita bisa menyebarkan aura energi positif pada seluruh jiwa dan raga, bahkan pada orang-orang tercinta disekitar kita.
Kau juga yang mengajariku tentang... sesuatu...
READ MORE ...

Selasa, 14 Februari 2012

To the Full Moon Rising



Must you now so soon be leaving?
Moments gone, so close you were..
.........
.........


Yet you feel my feeling darken
Show a single edge, as star
.........
...........

Go your way, in purest splendour
More and more intensely bright
Let my heart race and ache, so tender.
Rapturous it is, the night.


(by Goethe: 1828)

READ MORE ...

Tak BerjuduL

Seperti malam ini, tanpa gemerlap bintang
Seperti sore tadi, tanpa cahaya senja,
Atau seperti hujan siang ini, tanpa awan
Seperti hembusan angin, tanpa bekas,
berlalu begitu saja.
Seperti desiran ombak
Bergelombang menggulingkan badan,
Layaknya Sakura cantik dalam semi,
Berjatuhan...
Layaknya ketangguhan kincir di Amsterdam sana,
Layaknya tanah subur menumbuhkan tulip,
atau seperti babatuan di tanah gersang,
Seperti panas matahari tanpa kesejukan
dan seperti tulisan ini yang tanpa juduL
Seperti mereka, kita, dia, kamu, dan aku.
yang bisa berubah  judul setiap hari
berubah tema dan warna raut kehidupan
Bisa saja pagi bertemakan ceria,
tiba-tiba sore hari berjudul kegundahan
Atau siang hari berjudul kesetiaan
malam bertemakan ketenangan
Itulah manusia.

READ MORE ...