Selasa, 02 Oktober 2012

Ranu Kombolo Yang Damai

Andai sebuah angan bisa langsung terwujud,mungkin salah satunya adalah bisa datang ketempat yang satu ini. Danau yang terletak di 2400 Mdpl ini memang tak ada duanya.

Ranu Kombolo adalah nama dari danau yang indah nan damai ini. Disini kita bisa merasakan kedamaian yang tak ada duanya. Dan ketika Sunrise tiba akan lebih terasa lagi kenikmatan yang bisa dirasakan.

Sinar sang surya yang indah dan sangat mempesona bisa kita lihat dari celah celah bukit yang berada disekitar Ranu Kombolo. Udara dingin yang menusuk kedalam baju tak menghalangi niat untuk melihat indahnya ciptaan sang kholik.

Sungguh suasana yang sangat membuat kaki ini berjalan menuju kembali kesini. Ranu Kombolo Sebuah Pemandangan yang Sangat Mempesona.


READ MORE ...

Rabu, 19 September 2012

Sebuah Lukisan Sang Pencipta


Sunrise pagi yang begitu indah dan lebih indah lagi apabila kita lihat dengan syukur karna masih bisa menikmatinya. Apalagi diatas puncak gunung,sungguh kepuasan yang tak ada duanya. Bisa melihat langsung dari atas ketinggian tertentu dan tanpa ada yang menghalangi untuk melihat sebuah lukisan sang pencipta yang begitu indah.

Rasanya jika telah melihat kebesaran sang pencipta kita bagaikan setetes air dalam lautan yang luas. Sangat kecil dihadapan-Nya. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan bisa melihat sunrise ini.

Dengan rasa yang lelah dan letih karna telah semalam suntuk berjalan dengan trek yang curam dan butuh perjuangan. Pasti akan terbayar jika kita sudah sampai dan melihat indahnya alam ini.

READ MORE ...

Minggu, 16 September 2012

Mahameru Dan Soe Hoek Gie


Apakah hubungannya Mahameru dan Soe Hoek Gie? Dan adakah keterkaitan antara mereka berdua? Yap, mereka, Mahameru dan Soe Hoek Gie adalah dua legenda Indonesia, dan karena asap beracun di puncak Mahameru lah Soe Hoek Gie meninggal. Hingga kini dia menjadi lambang penggiat alam bebas yang di segani dan di hormati sebagai pendaki maupun sebagai manusia tangguh. Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942.



Dia adalah sosok aktifis yang sangat aktif pada masanya. Sebuah karya catatan hariannya yang berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran setebal 494 halaman oleh LP3ES diterbitkan pada tahun 1983. Soe Hok Gie tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia dan juga merupakan salah satu pendiri Mapala UI yang salah satu kegiatan terpenting dalam organisasi pecinta alam tersebut adalah mendaki gunung. Gie juga tercatat menjadi pemimpin Mapala UI untuk misi pendakian Gunung Slamet, 3.442m. Kemudian pada 16 Desember 1969, Gie bersama Mapala UI berencana melakukan misi pendakian ke Gunung Mahameru ( Semeru ) yang mempunyai ketinggian 3.676m. Banyak sekali rekan - rekannya yang menanyakan kenapa ingin melakukan misi tersebut. Gie pun menjelaskan kepada rekan - rekannya tesebut.

Sebelum berangkat, Gie sepertinya mempunyai firasat tentang dirinya dan karena itu dia menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol - ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Dari beberapa catatan kecil serta dokumentasi yang ada, termasuk buku harian Gie yang sudah diterbitkan,Catatan Seorang Demonstran ( CSD ) ( LP3ES, 1983 ), berikut beberapa kisah yang mewarnai tragedi tersebut yang saya kutip dari Intisari :

Suasana sore hari bergerimis hujan dan kabut tebal, tanggal 16 Desember 1969 di G. Semeru. Seusai berdoa dan menyaksikan letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru ( puncaknya G. Semeru ) serta semburan uap hitam yang mengembus membentuk tiang awan, beberapa anggota tim terseok - seok gontai menuruni dataran terbuka penuh pasir bebatuan, mereka menutup hidung, mencegah bau belerang yang makin menusuk hidung dan paru-paru. Di depan kelihatan Gie sedang termenung dengan gaya khasnya, duduk dengan lutut kaki terlipat ke dada dan tangan menopang dagu, di tubir kecil sungai kering. Tides dan Wiwiek turun duluan.

Dengan tertawa kecil, Gie menitipkan batu dan daun cemara. Katanya, “Simpan dan berikan kepada kepada ‘kawan-kawan’ batu berasal dari tanah tertinggi di Jawa. Juga hadiahkan daun cemara dari puncak gunung tertinggi di Jawa ini pada cewek-cewek FSUI.” Begitu kira-kira kata-kata terakhirnya, sebelum turun ke perkemahan darurat dekat batas hutan pinus atau situs recopodo ( arca purbakala kecil sekitar 400-an meter di bawah Puncak Mahameru ).

Di perkemahan darurat yang cuma beratapkan dua lembar ponco ( jas hujan tentara ), bersama Tides, Wiwiek dan Maman, mereka menunggu datangnya Herman, Freddy, Gie, dan Idhan. Hari makin sore, hujan mulai tipis dan lamat - lamat kelihatan beberapa puncak gunung lainnya. Namun secara berkala, letupan di Jonggringseloko tetap terdengar jelas.

Menjelang senja, tiba - tiba batu kecil berguguran. Freddy muncul sambil memerosotkan tubuhnya yang jangkung. “Gie dan Idhan kecelakaan!” katanya. Tak jelas apakah waktu itu Freddy bilang soal terkena uap racun, atau patah tulang. Mulai panik, mereka berjalan tertatih - tatih ke arah puncak sambil meneriakkan nama Herman, Gie, dan Idhan berkali - kali.

Beberapa saat kemudian, Herman datang sambil mengempaskan diri ke tenda darurat. Dia melapor kepada Tides, kalau Gie dan Idhan sudah meninggal! Kami semua bingung, tak tahu harus berbuat apa, kecuali berharap semoga laporan Herman itu ngaco. Tides sebagai anggota tertua, segera mengatur rencana penyelamatan.

Menjelang maghrib, Tides bersama Wiwiek segera turun gunung, menuju perkemahan pusat di tepian ( danau ) Ranu Pane, setelah membekali diri dengan dua bungkus mi kering, dua kerat coklat, sepotong kue kacang hijau, dan satu wadah air minum. Tides meminta beberapa rekannya untuk menjaga kesehatan Maman yang masih shock, karena tergelincir dan jatuh berguling ke jurang kecil.

“Cek lagi keadaan Gie dan Idhan yang sebenarnya,” begitu ucap Tides sambil pamit di sore hari yang mulai gelap. Selanjutnya, mereka berempat tidur sekenanya, sambil menahan rembesan udara berhawa dingin, serta tamparan angin yang nyaris membekukan sendi tulang.

Baru keesokan paginya, 17 Desember 1969, mereka yakin kalau Gie dan Idhan sungguh sudah tiada, di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Mereka jumpai jasad keduanya sudah kaku. Semalam suntuk mereka lelap berkasur pasir dan batu kecil G. Semeru. Badannya yang dingin, sudah semalaman rebah berselimut kabut malam dan halimun pagi. Mata Gie dan Idhan terkatup kencang serapat katupan bibir birunya. Mereka semua diam dan sedih.


Dan ada satu pernyataan Gie ketika rekan - rekannya bertanya kenapa ingin ke puncak Mahameru?

Jawab Gie : “Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia - manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan - slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenalIndonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung. Mahameru  dan Puncak abadi para Dewa telah melahirkan Dewa baru, yakni Soe Hoek Gie .
READ MORE ...

Senja Di Plawangan Senaru

 Rinjani, salah satu gunung tinggi di Indonesia yang terletak di Lombok Nusa Tenggara Barat adalah salah satu destinasi pendakian gunung yang banyak diminati bagi para pendaki. Banyak ulasan tentang Rinjani, dan kini terfokus pada saat Anda sudah puas menikmati indah dan megahnya alam di Danau Segara Anak.

www.belantaraindonesia.org

Ada satu spot lagi yang wajib dilewati, yakni Plawangan Senaru. Tempat ini berada lebih tinggi dari danau dan layaknya Plawangan Sembalun. Plawangan Senaru juga sebagai gerbang untuk menuju danau bagi mereka yang memulai pendakian dari Desa Senaru di Lombok Utara.

Rute untuk mencapai Plawangan Senaru tidak bisa dibilang mudah. Setelah menyusuri jalan di tepian danau, tanjakan akan langsung menghadang. Setidaknya diperlukan waktu 3 jam untuk mencapai Plawangan Senaru.

Plawangan Senaru adalah lokasi yang tepat untuk menyaksikan kemegahan alam Rinjaniyang sesungguhnya. Dari dataran di ketinggian 2.641 meter ini bakal nampak Danau Segara Anak, Gunung Baru, Puncak Rinjani berikut lereng gunung yang berbaris dengan anggunnya.

Pada saat sunset, suasana Plawangan Senaru pun terasa magis dan banyak dinanti. Awan yang terhampar dan bayangan segitiga mungil di garis horizon yang tak lain adalah Gunung Agung di Pulau Bali menciptakan pemandangan yang sulit didapatkan di tempat lain.

www.belantaraindonesia.org

Usai menyaksikan suguhan atraksi alam dari Plawangan Senaru, maka tiba waktunya untuk mengakhiri petualangan di Rinjani. Dari Plawangan, para pendaki biasanya mengarahkan perjalanannya ke arah ke Desa Senaru.

Berbeda dengan sebelumnya, perjalanan kali ini lebih menyenangkan. Ini terjadi lantaran suasana jalur pendakian yang lebih teduh karena masih banyaknya pepohonan di sepanjang jalur. Perjalanan selama 6 hingga 7 jam itu pun jadi terasa lebih ringan.

Di sekitar Desa Senaru sendiri terdapat beberapa obyek wisata alam yang banyak disinggahi oleh wisatawan Nusantara maupun mancanegara. Sebut saja air terjun Sendang Gilaair terjun Tiu Kelep serta obyek lain yang akan membuat pengalaman perjalanan ke kawasan Rinjani makin kaya dan berkesan.

Kemegahan dan segala kekayaan alam yang dimiliki Rinjani mungkin hanyalah salah satu bukti nyata akan betapa eloknya alam Lombok. Yang membanggakan, kekayaan ini bahkan telah diakui dan diburu oleh banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia. Bagaimana dengan Anda?
sumber : http://www.belantaraindonesia.org
READ MORE ...

Sabtu, 15 September 2012

Pergi Hari Ini

seperti yang pernah ku katakan...
"dan punggung-punggung itu akan pergi meninggalkan kita"

termasuk punggungmu, kawan.

Mungkin ini malam terakhir aku menemuimu Bintang,
kau mungkin tak pernah tahu sedalam apa perasaan ku padamu...
lautan pun tak dapat memberikan makna, karena pantulan cahayamu membias,
kau pasti tak tahu seberapa keras aku berusaha menyampaikannya,
selayaknya burung merpati yang tak pernah sampai ke sarangnya...

sejauh ini, mungkin cukup sampai disini
langkahku yang tertahan,
ataukah ku yang berhenti.

Ketika malam ini kau berpamitan pada kami...
kau akan menjelajah semesta lain nan jauh
entahlah akan kembali atau tidak,
namun, setahuku...
kau menanti sinar lain disana,
sinar yang tak bisa kupancarkan seperti sinarnya,
aku tak bisa menyusulmu...
aku tak bisa menyinarimu,
aku hanyalah Senja yang kan hilang ketika kelam datang,
tak kan menemanimu disana, Bintang.
Selamat Jalan...
dedicated for my beloved friendship

READ MORE ...

Pepaya~~

pepaya punya orang

1. SEJARAH SINGKAT

Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica. Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi.

2. JENIS TANAMAN

1) Pepaya Jantan
Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. Ciri-ciri bunga jantan ialah putih/bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala, benang sari tersusun dengan sempurna.

2) Pepaya Betina
Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat   beberapa bunga. Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. Bunga yang besar akan menjadi buah. Memiliki bakal buah yang sempurna, tetapi tidak mempunyai benang sari,   biasanya terus berbunga sepanjang tahun.

3) Pepaya Sempurna
Memiliki bunga yang sempurna susunannya, bakal buah dan benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri maka dapat ditanam sendirian. Terdapat 3 jenis pepaya sempurna, yaitu:
1. Berbenang sari 5 dan bakal buah bulat.
2. Berbenang sari 10 dan bakal buah lonjong.
3. Berbenang sari 2 - 10 dan bakal buah mengkerut.
Pepaya sempurna mempunyai 2 golongan:
1. Yang dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun.
2. Yang berbuah musiman.
Jenis pepaya yang banyak dikenal orang di Indonesia, yaitu:
1 Pepaya semangka, memiliki daging buah berwarna merah semangka, rasanya
manis.
2) Pepaya burung, warna daging buah kuning, harum baunya dan rasanya manisasam.

3. MANFAAT TANAMAN
1) Buah masak yang populer sebagai “buah meja”, selain untuk pencuci mulut juga sebagai pensuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A dan C. Buah pepaya masak yang mudah rusak perlu diolah dijadikan makanan seperti sari pepaya, dodol pepaya. Dalam industri makanan buah pepaya sering dijadikan bahan baku pembuatan (pencampur) saus tomat yakni untuk penambah cita rasa, warna dan kadar vitamin.
2) Dalam industri makanan, akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kencing.
3) Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria, kejang perut dan sakit panas. Bahkan daun mudanya enak dilalap dan untuk menambah nafsu makan, serta dapat menyembuhkan penyakit beri-beri dan untuk menyusun ransum ayam.
4) Batang buah muda dan daunnya mengandung getah putih yang berisikan enzim pemecah protein yang disebut “papaine” sehingga dapat melunakan daging untuk bahan kosmetik dan digunakan pada industri minuman (penjernih), industri farmasi dan textil.
5) Bunga pepaya yang berwarna putih dapat dirangkai dan digunakan sebagai “bunga kalung” pengganti bunga melati atau sering dibuat urap. Batangnya dapat dijadikan pencampur makanan ternak melalui proses pengirisan dan pengeringan.

4. SENTRA PENANAMAN
Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan. Senrta penanaman buah pepaya di Indonesiaadalah daerah Jawa barat (kabupaten Sukabumi), Jawa Timur (kabupaten Malang), Pasar Induk Kramat Jati DKI, Yogyakarta (Sleman), Lampung Tengah, Sulawesi Selatan (Toraja), Sulawesi Utara (Manado).

5. SYARAT TUMBUH
5.1. Iklim
1) Angin diperlukan untukpenyerbukan bunga. Angin yang tidakterlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman.
2) Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan 1000- 2000 mm/tahun.
3) Suhu udara optimum 22-26 derajat C.
4) Kelembaban udara sekitar 40%.

5.2. Media Tanam
1) Tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur dan banyak mengandung humus. Tanah itu harus banyak menahan air dan gembur.
2) Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah netral dengan pH 6-7.
3) Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini. Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). Apabila kekeringan air, nama tamanan akan kurus, daun, bunga dan buah rontok. Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50–150
cm dari permukaan tanah.

5.3. Ketinggian Tempat
Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m–1000 m dpl.

www.warintek.ristek.go.id/pertanian/pepaya.pdf -
READ MORE ...

Djika Berpisah (Puisi Terakhir dari Idhan Lubis)

Waktu upacara di Puncak Mahameru...
Pro : Herman O. Lantang ( M-016-UI)
Djika Berpisah
Di sini kita bertemu, satu irama
di antara wadjah2 perkasa…
tergores duka dan nestapa,
tiada putus asa
tudjuan esa puntjak mendjulang di sana
Bersama djatuh dan bangun
di bawah langit biru pusaka…
antara dua samudra…
Bersama harapanku djuga kau
satu nafas
kita jang terhempas
pengabdian… dan… kebebasan…
Bila kita berpisah
Kemana kau aku tak tahu sahabat
Atau turuti kelok2 djalan
Upacara di Puncak Mahameru
Juni 2012
Atau tinggalkan kota penuh merah flamboyan
Hanja bila kau lupa
Ingat…
Pernah aku dan kau…
Sama-sama daki gunung-gunung tinggi
Hampir kaki kita patah-patah
Dan nafas kita putus-putus
Tudjuan esa, tudjuan satu:
Pengabdian dan pengabdian kepada…
…Jang Maha Esa…
Dari: Idhan Lubis (MK-058-UI)
Polonia, 8 Desember 1969
sumber :
Badil, Rudy, Luki Sutrisno Bekti, dan Nessy Luntungan R.
Soe Hok-gie …Sekali lagi

READ MORE ...