Senin, 17 Oktober 2011

When I'm 21th

udah kepala 2 tambah 1 jadi 21,
hmm.. makin tambah dewasa harusnya,
makin bisa selesaikan masalah harusnya,
makin tambah penghasilan harusnya,
when I'm 21th...

tingkat kegalauan di umur yg semakin berkurang ni bertambah,
tapi tak apa kata Pak Mario Teguh galau itu:
"berarti anda akan naik kelas,!"    dan  "Horreee....!!" kataku.
klo anaphalis said :
naik kelas berarti dengan otomatis bagaimana sikap kita dalam menghadapi permasalahan kehidupan 
yang kadang semakin rumit dan pelik ini,
kedewasaan kita juga dipertaruhkan, apakah kita masih style anak kacil (oaakk..oakk..),
ataukah kelakuan kita yg masih kekanak-kanakan..(hom pim pah alaium gambreng)
hmmm patut diperhatikan, ^o^

entah kenapa rasanya sedikit lebih beraaaaaaaaaaaat
(bukan karena kepala jadi amuba karena tambah jadi 2, "berat kepala kalee")
tapi karena amanah dan tangggung Jaenab..
ehmm... maksud saya tanggung jawab yang semakin bertambah..
lebih ekstrim lagi klo kita lihat masa depan, bagaimana nasib ku?? nasib mu?? nasib kita??
setelah penelitian skripsi ini kelar, seminar, setelah wisuda, kerja dan malanjutkan pendidikan, membiayai ortu dan adik2ku, masihkah berorganisasi (karena daku tak bisa hanya berdiam diri, klo gag sibuk tu malah sakit.. hahaha.. sotoyy..), hmm... kapan bertemu soulmate dalam ikatan suci hehee (bahasa lainnya mah nikah atuhh..), terus.. terus.. dan seterusnya...

Yakk, Alinea baru, Pemikiran baru. Aku sekarang termasuk para pemudi yang akan memajukan indonesia di Tahun Kepemimpinan kita.. hehehe... 
 Maksud ku yaa.. jaman kita gitu lochhh.. 
Dimana angkatan sebaya ku menjadi orang-orang penting, baik di keluarga maupun di negara (klo agama mah harus), meskipun sekarang juga kalian udah menjadi orang penting. Sekarang kan masa angkatan nya pak SBY tu ma angkatannya Bakrie.. nah. angkatannya Pak Harto ma Bung Karno mah kan udah lewat... jadi akan ada masa dimana angkatan muda kita inilah yang harus berjuang...
SEMANGKA "Semangat Kakakkkk"
READ MORE ...

Minggu, 02 Oktober 2011

Good Bye Days


Yui - Goodbye days (Ost. Taiyou no Uta)

Dakara ima ai ni yuku sou kimetanda
Pocket no kono kyoku wo kimi ni kikasetai

Sotto volume wo agete tashikamete mita yo


Oh Good-bye days ima kawaru ki ga suru kinou made ni so long

Kakkoyokunai yasashi sa ga soba ni aru kara
La la la la la with you

Katahou no earphone wo kimi ni watasu

Yukkuri to nagarekomu kono shunkan

Umaku aisete imasu ka? tama ni mayou kedo


Oh Good-bye days ima kawari hajimeta mune no oku alright

Kakkoyokunai yasashi sa ga soba ni aru kara
La la la la la with you

Dekireba kanashii omoi nante shitakunai

Demo yatte kuru desho?
Sono toki egao de Yeah hello! my friend nantesa
Ieta nara ii no ni...

Onaji uta wo kuchizusamu toki soba ni ite I wish

Kakkoyokunai yasashi sa ni aete yokatta yo

La la la la Good-bye days
_____________________________________
______


Translate nya:

Ada alasannya mengapa sekarang aku memutuskan untuk menemuimu
Aku ingin memperdengarkan padamu sepotong lagu dalam sakuku ini
Sambil pelan-pelan menaikkan suaranya volume untuk memastikan semua baik-baik saja

Sekarang, hari perpisahan
Aku tahu perasaan ini akan berubah
Sampai kemarin hari-hari yang kita lalui terasa begitu lama
Hari-hari yang terlarang tapi tetap berkesan
Saat aku bersama denganmu

Menyerahkan padamu salah satu sisi earphone-ku
Perlahan-lahan saat lagu mulai terdengar
Aku pun berpikir apakah aku bisa mencintaimu dengan baik?
Dan sesekali aku merasa bimbang

Sekarang, hari perpisahan
Segalanya mulai berubah, tapi sesuatu dalam hatiku baik-baik saja
Seperti sebelumnya, hari-hari yang terlarang tapi tetap berkesan
Saat aku bersama denganmu, sekarang

Kalau bisa aku tidak ingin bersedih, bagaimana tidak siapnya perasaanku
Tapi kau datang kan?
Waktu itu dengan tersenyum, tak tahu bagaimana aku akan mengatakan "Hai, teman" dengan baik

Saat menyenandungkan lagu yang sama
Aku berharap ada di sisimu
Hari perpisahan yang tidak menyenangkan
Tapi aku senang bertemu denganmu

READ MORE ...

Kamis, 15 September 2011

AiR.... kami CinTa AiR..


Bumi... bumi yang sudah tua renta... sangat tua dan kelelahan,
Masihkah sanggup berputar pada porosnya???
Sebentar lagi kiamat, hanya tidak tahu kapan...
Masihkah kita akan bersyukur, terus bersyukur???
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan??"
(QS: Ar Rahman 13)

Panas, kemarau panjang dimana-mana,,,
Air terus berkurang,,,
Tapi masih saja ada yang tidak peduli,
Masih saja ada yang memikirkan diri sendiri,
Menebang peresap air,
Hhhhfffftt... nebang salah gak ditebang salah...
Kumaha atuhhh...??
Nebang bikin banjir, gak ditebang, si Bos gak bakal nyengir,,, ya duit gak ngalirrrr, anyirrr...

Banyak kabar yang datang, sawah di lamongan puso, gak panen, kekeringan, sawah di Cianjur juga rugi beberapa milyar karena gagal panen, hutan gambut di Palembang kebakaran mulu saking panasnya, kabut asap bikin sesak, jakarta kekurangan air, waduk jatiluhur menyusut sampai 15 cm/hari. Warga juga ada yang ngambil air dari sumber air yang ternyata udah tercemar, nunggu tangki air datang memberi bantuan, bahkan ada yang menggunakan air comberann.. astagfirullahhh.. :-( Terasa sangaaat kering saudara-saudara seiman sebangsa seperjuangan dan setanah AIR.

Air adalah hal yang sangat diperlukan makhluk hidup, sebagian besar dunia pun dikuasai oleh perairan. Manusia perlu makan dan minum, makan berasal dari tanaman yang melakukan fotosintesis sehingga dapat menghasilkan glukosa dan zat lainnya, dan minum tentunya minum air (anak TK aja tau..)

Kembali lagi ke permasalahan awal tentang krisis air. Hal ini juga ulah manusia yangmerusak alam dulunya. Seperti dikutip dari Qur'an Surat Ar-Rum ayat 41 yang berbunyi "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan-tangan manusia..." Sekali lagi kita harus berbenah, karena kebenaran Al Qur'an itu nyata. Siapa lagi kalo bukan manusia yang suka menebang pohon, membuat kerusuhan dan tidak mencintai bumi??? Maaf,,, saya tidak menyalahkan kalian semua (termasuk saya karena saya juga manusia yang sering hilaf dan salah...), tapi sebagian yang melakukan telah mencoreng nama kita selaku manusia sebagai khalifah di muka bumi ini di hadapan makhluk Ciptaan Allah SWT. Meyedihkan...
Save Our Earth.. Cintai Air ... Air.. karena kita (bukan gw doang, tapi loe-loe juga) Cinta Kehidupan, seperti rumus persamaan berikut ini guys...
Melestarikan air = melestarikan alam dan lingkungan = melestarikan kehidupan = mencintai alam = mencintai Sang Pencipta = beribadah = bersyukur.

Conclusion:
dapet tuh cara ngamalin ayat tentang bersyukur, ternyata dengan melestarikan berarti kita mensyukuri pemberian/titipan-NYA.
Mudah-mudahan bermanfaat guyz... Upami aya cariosan nu pondok nyogok panjang nyugak, mugia kersa dihapunten.. hayu aahh mangga sadayana baraya, wilujeung patepang deui dina sesi anu leuwih hade. \\(^_^ )//
READ MORE ...

Sabtu, 10 September 2011

Kapan Kita Bebas????

Sudah banyak sekali keributan di Negeri kita tercinta ini, mulai dari masalah perut sampai muka jadi kerut, sungguh penuh carut marut. Mesti salahkan siapa memangnya??? hanya berani menunjuk tangan sajakah???? Haahhh??? ayo jawaaabb???? Mesti salahkan orang-orang yang terlibat kerusuhan Trisakti zaman baheula ampe kembang api di Gelora Bung Karno kemaren yang sungguh menggelorakan jiwa para supporter yang labil gila.....???? Atau juga ketika para koruptor berserakan dimuka bumi yang berlenggok bah raja dalam Istana yang sangat rumit, tanpa takut akan hukum Indonesia. Coba lihat ada apa sekarang ??? :

kasus satu
: 2 orang sedang bercakap, sebut saja nadE dan aliG >< coba aja balik hurufnya...
"Tenang saja broo.. penjara kan cuma bentar, pasang TV dan AC juga oke (emang kontrakan apa??), oiya sofa juga ama kasur yang empuk ya,,, ^_^ Tenang ntar gw yang bebasin l (secara wgetoo udah S3 nya S.T alias S telerr), kan yang meriksa kekayaan kita juga minta bagian, jadi lw gak bakal kenapa-napa. Tanggung klo malingnya dikit, yang maling ayam aja ampe digebukin warga sekampung ampe babak belur, nahhh.. kalo maling triliyunan kena penjara doang, itu juga masih bisamah cuma lho di nego. Dan yang lebih aman nih, bisa tu kita kabur ke luar negeri yang gak ada kerjasama interpol indonesia yang nanganin buronan luar negeri... hmmm.. Singapur kayaknya cocok tu.. HWAAA...HAA..HAA.."
dan dengan bangganya mereka tertawa, <sia maraneh gelo sugan???>

kasus dua : Sebut aja EpuL SuReypuL Mar-ipuL
"Tragedi kecelakaan maut yang menewaskan sang istri ditempat seketika itu. Membawa luka yang sangat dalam dan dalam melebihi palung Atlantik. Entah karena kehilafan sang supir, konstuksi jalan yang kurang rambu-rambu, atau katanya seeeech da mahluk ghaib geetoo.. I don't know. Eh, tapi gila aja donk, orang yang abis dapet musibah, alias celaka dituduh pula jadi tersangka, yap.. yap.. nasib.. nasib.. hukum memang harus ditegakkan Bang polisi, tapi takdir kematian orang dan musibah siapa pula sih yang tahu... itu kan semua diluar kendali. Ya.. mumpung tu jalan tol jadi pembicaraan sekarang dan yang rame di TV.. so,, kasus-kasus yang laen jadi kadang sedikit terlupakan, yah mungkin...?? ("hhheehhee..Alhamdulillah yah.. sesuatu.." kata orang yg lagi jadi bahan tuduhan korupsi di istana uangnya, sambil memperagakan gaya Sang Princes)"
Usut punya usut, kita sebagai warga negara Indonesia yang kaya akan budaya namun enggan melesratikan budaya dan senang menebang hutan ini (teringat kasus penebangan pohon samping DAR Fahutan depan Astri beberapa waktu kemarin), kita harus kritis dan berfikir cerdas. Jangan gampang terbawa arus pemberitaan yang notabene tu stasiun TV dikuasai oleh pihak tertentu. Intinya kita perbaiki diri dulu lah.. ayo kita ngaca buat perbaiki diri kita dulu, katanya pengan hidup damai. Tapi perasaan mau damai aja sussssah, lebih susah dari nyari inspirasi kayaknya. Hmmm.. ayo damai dulu dengan diri sendiri, taklukkan hawa nafsu dan jangan sampai dia jadi raja broo. Negara kita butuh kemerdekaan untuk yang kesekian kalinya, karena rakyatnya belum bisa merdeka, makanya.. ayolah kita merdekakan dulu diri kita.
Semangat Kebebasan untuk mencapai diri yang lebih baik.
Freedom spiriit ^_*
\\(^_^)//
READ MORE ...

Jumat, 19 Agustus 2011

Biru dan Biru


Biru dan Biru...
Biru laut yang dalam,
Ataukah biru langit lazuardi yang luas...

Aku suka semuanya,
Ketika ku mencintai gunung saat pendakian, maka diatasku langit sedang menaungi,
begitu pula aku ke pantai,
Ombak yang bernyanyi dengan deburannya,
Membuat aku ingin menari,
Angin pun membelai selendang biru ku,
dan.. suara laut yang dingin, dalam... menenggelamkanku dalam keheningan.

Seperti ketika ku tatap langit yang tinggi di atas sana membuat ku selalu bertanya, setinggi apakah engkau???
Puncak apa yang harus kudaki agar ku bisa lebih dekat denganmu???

Kau begitu, hanya begitu, lebih banyak memberiku hujan,
Ketika ku pendakian pun kau selalu memberi ku hujan,
Diantara keletihan yang sangat, sungguh indah,
Dan selalu kau terangi malam dengan bintang yang membuatku tersenyum..
Menakjubkan, mengagumi keindahan alam ciptaan Allah..
Aku mencintai keindahan dan ketenangan,
dan biru menggambarkan kerinduan,
Biru mempunyai gelombang dengan frekuensi yang berbeda,
memberikan melodi diantara kebisingan.
Dia warna yang penuh makna,
Dalam seperti laut,
Ceria seperti langit dengan pelanginya,
Melankolis karena kadang cerah, berawan dan hujan,
Itulah kenapa aku suka biru,
Bukan karena seseorang, tapi sejak dulu... sejak dulu...


18 Agst 2011
READ MORE ...

Kamis, 18 Agustus 2011

Tentang Sebuah Lagu Pecinta Alam

Pecinta Alam, petualang, pendaki gunung dan penggiat alam bebas lainnya, mungkin sudah pernah mendengar lagu ini. Ada sedikit renungan dalam lagu ini yang mengingatkan kita kembali akan kondisi Alam kita secara umum. Lagu ini sudah cukup lama diperdengarkan dan dalam setiap kali perjalanan petualangan selalu terngiang akan lagu ini.

Sebuah lagu yang merefleksikan akan siapa diri kita yang memproklamirkan diri sebagai seorang "Pecinta Alam". Mungkin saya tidak berpanjang lebar dalam tulisan ini, hanya sekedar untuk mengingatkan kembali dan semoga bermanfaat untuk kelestarian alam.



Pecinta Alam

Pendaki gunung, sahabat alam sejati

Jaketmu penuh lambang, lambang kegagahan

memploklamirkan dirimu pecinta alam

sementara maknanya belum kau miliki



Ketika aku daki dari gunung ke gunung

Disana ku temui kejanggalan makna

Banyak pepohonan merintih kepedihan

Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam



Batu batu cadas merintih kesakitan

ditikam belatimu yang bermata ayal

hanya untuk mengumumkan pada khalayak

bahwa disana ada kibar bendera mu



Oh alam, korban keangkuhan

Maafkan mereka yang tak mengerti arti kehidupan



Untuk lagu nya bisa di download di link ini :

Pecinta Alam (mp3)



Semoga kita semakin sadar dan saling mengingatkan, bahwa Pecinta Alam bukan gelar untuk gagah-gagahan dan sekedar simbol saja.



"Jika Pohon Terakhir sudah ditebang,

Sungai Terakhir Sudah Tercemar,

dan Ikan Terakhir sudah ditangkap,

Maka Manusia akan sadar...

UANG TIDAK DAPAT DIMAKAN"



Salam Lestari,

Yohanes Kurnia Irawan

READ MORE ...

Selasa, 09 Agustus 2011

Sembahyang Kubur, Ketika yang Hidup Menghormati Leluhur

Pagi menjelang, namun suasana kuburan yang biasanya sepi ini menjadi ramai seperti tempat wisata. Aroma khas dari dupa (hio) yang dibakar membuat harum suasana disana. Satu keluarga, mulai dari yang tua hingga yang masih balita. Ramai-ramai mereka menuju makam leluhur mereka masing-masing, mengirim bekal untuk mereka yang sudah terlebih dahulu menghadap yang kuasa. Uang emas, uang perak, baju kertas, sepatu kertas, aneka hidangan makanan dan minuman , beberapa batang dupa berpadu tersusun didepan nisan.

Sembahyang kubur di Kota Singkawang dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu Cheng Beng atau Chiang Miang (dalam bahasa ‘khek’ Singkawang) setiap bulan ke-3 dan Chit Nyiat Pan yang dilaksanakan pada bulan ke-7 dalam penanggalan imlek. Sembahyang kubur merupakan salah satu bentuk penghormatan dari mereka yang masih hidup kepada leluhurnya. Saat yang tepat untuk memohon dan memanjatkan doa agar anak cucu yang hidup di dunia ini diberi kehidupan yang lebih baik dan bahagia. Dari berbagai penjuru para keluarga berdatangan, baik di dalam maupun dari luar negeri, datang menuju kota Singkawang, salah satu kota yang mayoritas penduduknya merupakan etnis Tionghoa.

Salah satu bentuk budaya yang masih diwarisi hingga sekarang, dan akan terus berlangsung,untuk menghormati para leluhur. Budaya yang terus dilestarikan, seiring meningkatnya jumlah polulasi manusia di bumi, sebuah penghormatan yang dilakukan dengan cara tersendiri, sebagai bentuk refleksi bahwa suatu saat nanti mereka yang saat ini masih di bumi juga akan berada ditempat seperti ini, dan keturunan mereka juga akan meneruskan tradisi ini dengan mengirim dan memanjatkan doa nya.



Foto & Text :

Yohanes Kurnia Irawan











READ MORE ...